Terkini.id, Jakarta – Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti pandangan tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma yang meminta pemerintah membebaskan Habib Rizieq Shihab (HRS).
Ferdinand mengatakan bahwa Lieus Sungkharisma adalah orang yang tidak paham aturan kekuasaan antara eksekutif dan lembaga penegak hukum.
Ferdinand menjelaskan bahwa urusan Rizieq Shihab ada pada hakim di pengadilan, bukan pada pemerintah pusat.
“Lieus tidak paham aturan Pemisahan Kekuasaan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Kekuasaan peradilan itu ada pada Kehakiman bukan pada pemerintah,” ucap Ferdinand melalui akun Twitternya, dikutip terkini.id.
Dengan pernyataan menohok, ia mengatakan bahwa Lieus cuma asal bicara agar terlihat seperti orang kritis.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
Tak hanya itu, Ferdinand juga mengatakan bahwa Lieus hanya mengumbar kebodohan di depan publik.
“Mungkin bagi dia, mulut asal ngoceh yang penting terlihat kritis. Tak malu meski bodoh diumbar. Jangan belum gosok gigi habis ngunyah babi panggang,” tandasnya.
Melansir Fajar, Lieus Sungkharisma sebelumnya meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberikan kebebasan hukum kepada Habib Rizieq Shihab.
Menurutnya, Presiden memiliki kekuaran yang besar untuk dapat membebaskan Habib Rizieq Shihab.
“Presiden ini kan very powerfull, yang begini-gini lepas, Habib Rizieq lepas dong. Beliau itu suka gak suka, umatnya banyak,” ujar Lieus Sungkharisma.
“Artinya, ini kan ulama besar, punya pendukung. Jangan diperlakukan gara-gara di RS UMMI Bogor, terus dihukum empat tahun, kan gila,” tambahnya.
Tak sampai situ, Lieus juga mengatakan bahwa negara sudah berdosa karena tak mampu melindungi rakyatnya.
“Menurut saya, negara dosa karena abai melindungi warga negaranya,” tandas aktivis kemanusiaan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
