Terkini.id, Makassar – Hari terakhir pelaksanaan Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Disabilitas atau ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disibality-Inclusive Development beyond 2025, Menteri Sosial Republik Indonesia, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak delegasi anggota ASEAN, serta dari Sekretariat ASEAN, berbagai organisasi penyandang disabilitas, Forum Disabilitas ASEAN serta berbagai mitra lainnya berkunjung ke Sentra Wirajaya Makassar, Kamis 13 Oktober 2023.
Setiba di Sentra Wirajaya Makassar, para delegasi dan tamu undangan meninjau sejumlah hasil inovasi dan karya para penyandang disabilitas dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Mensos Risma mengapresiasi ratusan produk berkualitas tinggi karya penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia yang dipamerkan di Sentra Wirajaya Makassar.
“Kami ingin menunjukkan kepada delegasi ASEAN High Level Forum (AHLF) berbagai karya penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Mantan Walikota Surabaya itu juga bersyukur karena karya-karya penyandang disabilitas yang berpameran mendapat apresiasi dan pujian dari delegasi negara-negara ASEAN.

- 100 Penari Disabilitas Pukau Delegasi ASEAN High Level Forum 2023 di Makassar, Ada Tari Pakarena dan Angngaru
- Belasan Negara Perwakilan ASEAN, Pengamat dan Negara Lain Hadiri AHLF 2023 di Makassar
- Terima Dana Bansos, Mensos Risma Minta ASN, TNI dan Polri Kembalikan Uang Negara
- Jokowi Disebut Salurkan BLT Minyak Goreng Salah Sasaran, Petani Kecil Sawit Teriak Menjerit TBS Anjlok
- Pengamat Nilai Jokowi Sudah Gerah dengan Blunder Mensos Risma: Peluang Kena Reshuffle Besar
Seperti pantauan di lokasi pameran, tidak sedikit diantara mereka selain membawa hasil karya mereka, sejumlah penyandang disabilitas juga memprihatkan langsung cara pembuatan karya-karya mereka.
Beberapa diantaranya seperti membantik, melukis, menggambar, meracik kopi, dan lain sebagainya.
Terpantau juga sejumlah produk yang dipamerkan antara lainTongkat Penuntun Adaptif (TPA), Gelang Tuna Rungu dan Wicara (GRUWI) dan Gelang Tuna Grahita (GRITA), kursi roda adaptif, motor roda dan berbagai produk lainnya.
Diketahui bahwa pada penyandang disabilitas yang tampil telah melalui serangkaian pelatihan dan dibimbing oleh para pendamping untuk bisa menghasilkan produk atau karya yang bisa bernilai ekonomis.

“Usai melihat upaya pemberdaayaan yang Indonesia lakukan terhadap penyandang disabilitas. Kemarin itu, ada delegasi dari Kamboja yang meminta kepada kami untuk memberikan training pemberdayaan dan melatih tari,”ungkap kata Risma.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
