Menteri Nadiem Sebut Penghapusan 3 Dosa di Dunia Pendidikan Terganggu Corona

Mendikbud Nadiem Makarim.(instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Terkini.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim mengatakan, prioritas pemberantasan kasus kekerasan seksual di sekolah dan kampus harus tersisihkan akibat pandemi Covid-19.

Padahal pihaknya sudah menyusun beberapa program untuk menghapuskan yang menurutnya tiga dosa di dunia pendidikan, yakni dosa intoleransi, dosa kekerasan seksual, dan dosa bullying.

“Tapi salah satunya secara spesifik sudah mengikuti benchmark atau framework global cuma tertunda karena Covid-19, seperti semua hal-hal baik yang mau kita lakukan tertunda karena krisis ini menjadi prioritas,” kata Nadiem seperti dikutip suaracom, jaringan terkini.id dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis hari ini.

Meski begitu, Nadiem menyatakan penyusunan program penghapusan tiga dosa di dunia pendidikan itu akan tetap berjalan setelah pandemi berakhir.

“Tetapi jangan khawatir itu sudah dirancang dan tinggal kita eksekusi, tapi mengharapkan dan kita harus memprioritaskan Covid-19 dan anggarannya ke sana dulu,” bebernya.

Menarik untuk Anda:

Hal ini disampaikan Nadiem dalam menganggapi pandangan Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian dalam rapat di DPR RI yang meminta Kemendikbud membuat aturan khusus terkait kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Kami harap Mas Menteri menanggapi ini, bagaimana bisa buat peraturan khusus soal ini dan fasilitas lain yang bisa mencegah terjadinya pelecehan. Dan sanksi bagi oknum, walau dia ASN pokoknya harus bisa dipecat,” tegas Hetifah.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

10.000 Buruh Bergerak ke Istana Presiden Hari ini, Jokowi Didemo Lagi

Prabowo: Ada Dalang di Balik Kerusuhan Demo Omnibus Law

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar