Terkini.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim mengatakan, prioritas pemberantasan kasus kekerasan seksual di sekolah dan kampus harus tersisihkan akibat pandemi Covid-19.
Padahal pihaknya sudah menyusun beberapa program untuk menghapuskan yang menurutnya tiga dosa di dunia pendidikan, yakni dosa intoleransi, dosa kekerasan seksual, dan dosa bullying.
“Tapi salah satunya secara spesifik sudah mengikuti benchmark atau framework global cuma tertunda karena Covid-19, seperti semua hal-hal baik yang mau kita lakukan tertunda karena krisis ini menjadi prioritas,” kata Nadiem seperti dikutip suaracom, jaringan terkini.id dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis hari ini.
Meski begitu, Nadiem menyatakan penyusunan program penghapusan tiga dosa di dunia pendidikan itu akan tetap berjalan setelah pandemi berakhir.
“Tetapi jangan khawatir itu sudah dirancang dan tinggal kita eksekusi, tapi mengharapkan dan kita harus memprioritaskan Covid-19 dan anggarannya ke sana dulu,” bebernya.
- Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT
- Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur'an dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah
- Kalla Rescue Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan di Siaga SAR Merah Putih Gunung Bawakaraeng
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
Hal ini disampaikan Nadiem dalam menganggapi pandangan Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian dalam rapat di DPR RI yang meminta Kemendikbud membuat aturan khusus terkait kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
“Kami harap Mas Menteri menanggapi ini, bagaimana bisa buat peraturan khusus soal ini dan fasilitas lain yang bisa mencegah terjadinya pelecehan. Dan sanksi bagi oknum, walau dia ASN pokoknya harus bisa dipecat,” tegas Hetifah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
