Terkini, Makassar – Hampir setiap hari Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terjadi di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), bahkan disebutkan rata-rata setiap hari ada 5 korban yang meminta untuk divisum.
Hal itu dibeberkan oleh Anggota DPRD Sulsel, Vonny Ameliani. Informasi tersebut dia dapatkan usai mengikuti rapat Komisi E bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunhan Anak (DPPPA) Provinsi Sulsel.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Vonny Ameliani menyatakan keprihatinannya terhadap lonjakan laporan kekerasan seksual, terutama yang melibatkan anak-anak.
“Dalam satu hari itu , kurang-lebih minimal 5 laporan visum terkait dengan kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Vonny saat ditemui usai rapat di Gedung DPRD Sulsel.
Menurut Vonny, pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Sulsel kerap dilakukan oleh orang-orang orang terdekat di lingkungan korban, baik itu keluarga maupun tetangga.
- Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi
- DPRD dan Pemprov Sulsel Batalkan Rencana Kenaikan Tarif BBNKB dan PBBKB
- Identitas Para Terduga Pelaku Karhutla di Luwu Timur Sudah Dikantongi Aparat, Motifnya untuk Buka Kebun
- Kebakaran Hanguskan 3 Rumah Di Balang Toa Jeneponto, Bupati Turun Langsung Ke Lokasi
- Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama
Vonny, yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jeneponto, menambahkan bahwa angka ini baru mencerminkan korban yang berani melapor.
“Itu kan artinya si korban yang berani melapor. Gimana korban yang tidak berani melapor?” imbuhnya.
Menurutnya, tren kekerasan seksual di Sulsel terus mengalami peningkatan dan harus segera ditangani secara sistematis oleh DP3A dan instansi terkait.
“Tadi rapat dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, di situ saya prihatin ternyata data kekerasan seksual terhadap anak itu meningkat,” ungkapnya.
Makassar dan Jeneponto Disebut Paling Banyak
Vonny juga mengungkap bahwa Kota Makassar menjadi daerah dengan jumlah kasus kekerasan seksual tertinggi. Salah satu kasus terbaru bahkan terjadi di Kabupaten Jeneponto dan sempat memicu kemarahan warga hingga aksi blokade jalan.
“Paling banyak di Kota Makassar ada, kemudian di Kabupaten Jeneponto ada, kekerasan seksual yang baru-baru di Jeneponto sampai diblokade jalan ke rumah korban,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
