Di SMP Negeri 17 Makassar, salah satu sekolah uji coba, suasana distribusi makanan berlangsung lancar. Makanan tiba di kelas dalam kondisi terbungkus rapi.
“Ini langkah awal yang bagus, tapi harapan kami program ini bisa berjalan setiap hari, bukan hanya sepekan,” ujar Andi Hartati, seorang guru SD di Makassar.
Ia menambahkan bahwa asupan gizi ini sangat penting untuk meningkatkan daya konsentrasi dan kesehatan siswa.
Namun, tak semua berjalan mulus. Beberapa guru di sekolah lainnya mengeluhkan kurangnya koordinasi terkait detail menu dan waktu distribusi.
“Ada siswa yang belum mendapat bagian hingga menjelang siang. Ini masalah teknis yang harus segera diperbaiki jika program ini ingin diperluas,” ungkap M. Guntur, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Makassar.
- Perkara Peredaran 544 Kayu Ilegal di Makassar Masuk Tahap II, Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan
- Program Aku Hatinya PKK Jadi Andalan Makassar Perkuat Ketahanan Pangan
- Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot, Makassar Didorong Jadi Percontohan Nasional
- Di Balik Jeritan Siswa Kejadian 23 April 2026, Kasus MBG Terhenti di Tengah Jalan?
- Kanwil DJP Sulselbartra Peringkat Kedua Nasional Pertumbuhan Pelaporan SPT 2025
Reaksi Orang Tua dan Harapan Masa Depan
Bagi banyak orang tua, program ini membawa kelegaan, terutama di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
“Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan gratis, tapi juga yang sehat dan bergizi. Saya berharap ini bukan sekadar uji coba,” ujar Nurhayati, seorang ibu rumah tangga.
Di sisi lain, kritik muncul terkait konsistensi pelaksanaan. Apakah program ini hanya menjadi janji sementara atau dapat bertahan dalam jangka panjang?
“Kunci keberhasilan program ini ada pada dukungan anggaran yang cukup serta keterlibatan semua pihak,” tegas Iqbal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
