Meski Elektabilitas Turun Tidak Goyangkan Posisi PDIP: Masih Kokoh di Puncak

Meski Elektabilitas Turun Tidak Goyangkan Posisi PDIP: Masih Kokoh di Puncak

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Lembaga Survei Y-Publica membeberkan tingkat elektabilitas sejumlah partai politik dalam rangka menuju pesta demokrasi, Pemilu 2024. Berdasarkan hasil surveinya ada beberapa partai yang mengalami penurunan elektabilitas dan ada pula partai yang cenderung naik.

Dijelaskan bahwa salah satu partai yang elektabilitasnya naik adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam dua tahun terakhir, elektabilitas partai besutan Grace Natalie ini terus naik dan kini mencapai 5,4 persen.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono bahwa hasil survey kali ini memperlihatkan elektabilitas PDIP menurun. Menurutnya, turunnya elektabilitas PDIP dikarenakan banyak kritik yang datang kepada kinerja pemerintahan Presiden Jokowi.

Namun, penurunan ini tidak menggoyangkan posisi PDIP. Dari peta elektoral menuju gelaran Pemilu 2024, PDIP masih kokoh di puncak meskipun terjadi tren penurunan elektabilitas.

“Meskipun turun, PDIP masih kokoh di puncak elektabilitas partai politik, sedangkan PSI terus mengalami kenaikan,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam press release di Jakarta, Sabtu 13 November 2021.

Dikabarkan bahwa turunnya elektabilitas PDIP perlu menjadi perhatian serius bagi jajaran elit partai berkuasa tersebut. Munculnya beragam kritik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi turut berdampak pada dukungan publik terhadap PDIP.

Dilansir dari Tempo, selain PDIP tren penurunan elektabilitas juga dialami oleh sejumlah parpol lainnya, seperti Gerindra, Golkar, dan PKS. Gerindra masih berada pada posisi kedua dengan elektabilitas (13,0 persen), disusul Demokrat (10,4 persen), dan Golkar (8,3 persen).

Di papan tengah, terdapat PKB 6,0 persen, PSI 5,4 persen, PKS 5,0 persen, dan Partai NasDem 4,0 persen. Berikutnya ada PPP 2,2 persen, Partai Ummat 1,5 persen, PAN 1,2 persen, dan Partai Gelora 1,0 persen. Partai Ummat dan Partai Gelora menjadi dua partai baru yang paling moncer saat ini.

Partai-partai lainnya di papan bawah, yaitu Perindo 0,9 persen, Partai Hanura 0,8 persen, Partai Berkarya 0,6 persen, PBB 0,5 persen, PKPI 0,3 persen, dan Partai Garuda 0,1 persen. Partai Masyumi tidak mendapat dukungan, sedangkan partai baru lainnya 0,8 persen, sisanya tidak tahu/tidak menjawab 20,2 persen.

Sebagai informasi, Lembaga Survei Y-Publica dilakukan pada 1-7 November 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Data diambil melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang dipilih secara multistage random samplingMargin of error plus minus 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.