Minta Maaf, Ida Fitri Mengaku Sebar Foto ‘Jokowi Firaun’ untuk Koleksi Seni

Terkini.id, Jakarta – Pelaku penyebar foto Presiden Jokowi yang diedit menyerupai mumi, yakni Ida Fitri (44) ditangkap polisi.

Ida Fitri diamankan oleh petugas setelah menyebar foto dengan caption ‘The New Firaun’ tersebut, pada Senin 1 Juli 2019.

Penangkapan Ida Fitri dilakukan sehari setelah memposting foto yang dianggap menjadi penghinaan terhadap Jokowi sebagai presiden.

Foto yang dianggap penghinaan dan ujaran kebencian menggunakan gambar Jokowi tersebut dibagikan Ida Fitri pada Minggu 30 Juni 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengungkapkan bahwa pihaknya menyatakan Ida Fitri ditetapkan sebagai tersangka.

Ida Fitri dijerat dengan Pasal 45 a Ayat 2 juncto Ayat 28 a UU RI Nomor 19/2018 tentang perubahan UU Nomor 11/20 tentang ITE.

Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan Penguasa Negara.

Selain menghina Jokowi, Ida Fitri juga membagikan foto bergambar hewan (anjing) yang mengenakan baju hakim.

Istri Pegawai KPU

Dilansir dari surya.co.id, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blitar, Hadi Santoso menceritakan bahwa dirinya sempat diajak berbicara oleh suami Ida Fitri, Aris mengenai sang istri.

Istri Ida, yakni Aris rupanya sudah beberapa kali memperingatkan Ida Fitri untuk tidak berlebihan bermain media sosial.

Namun, peringatan tersebut diabaikan oleh Ida Fitri.

“Dia (Aris) memang pegawai honorer di KPU Kabupaten Blitar,” ujar Hadi.

Aris bekerja di KPU Blitar sejak 2007. “Dia sempat curhat ke saya soal kondisi istrinya. Ceritanya pada Senin 1 Juli 2019 sebelum ramai-ramai itu,” sambungnya.

Hadi juga menceritakan bahwa akun Facebook dan WhatsApp milik sang suami sempat diblokir oleh Ida Fitri.

Dijelaskannya, bahwa Aris sering mengeluh saat peringatan darinya tidak dihiraukan oleh istrinya yang sering mengunggah konten politik di media sosial tersebut.

“Karena Aris bekerja di KPU, dia ingin agar istrinya tidak berlebihan mengunggah soal politik di media sosial,” jelas Hadi.

Untuk Koleksi Seni

Kuasa hukum Ida, Oyik Rudi Hidayat, seperti dilansir dari tribunnews, menyebutkan, Ida diperiksa seputar postingan gambar di akun Facebooknya.

Dikatakannya, sekitar 10 menit setelah membagikan postingan itu, banyak warganet yang mengirim komentar di akun Facebook kliennya. Sebagian warganet memperingatkan kliennya, dan sebagian lagi membully postingan yang dibagikan kliennya.

Setelah mengetahui respons dari warganet, Ida pun langsung menghapus postingan itu di berandanya. Tak lama kemudian, tiba-tiba akun Facebook kliennya hilang.

“Klien saya tidak tahu kenapa tiba-tiba akun Facebooknya hilang. Dia mengira akun Facebooknya dihapus oleh Kominfo,” ujar Oyik.

Menurutnya, motif kliennya membagikan kembali postingan gambar itu karena dianggap artistik atau karya seni.

Niat kliennya membagikan postingan gambar itu hanya untuk koleksi di beranda akun Facebooknya. “Tidak punya niat lain, selain itu,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini