Terkini.id, Jakarta – Balakangan masyarakat mengeluhkan langkanya pasokan minyak goreng. Hal ini dirasakan secara rata oleh masyarakat di berbagai provinsi.
Bahkan Alfamart, minimarket yang ditengarai memiliki kelengkapan pasokan kebutuhan sehari-hari juga dinilai tidak banyak menjualnya.
Corporate Affairs Director Alfamart Solihin menilai, salah satu penyeba langkanya stok minyak goreng karena saat ini masyarakat masih panic buying atau membeli dalam jumlah melebihi dari kebutuhannya di rumah.
“Kalau barang datang, orang sudah pada ngantre,” kata Solihin dikutip dari laman Tempo pada Rabu, 2 Februari 2022.
Dia menghimbau masyarakat agar membeli minyakgoreng sesuai dengan kebutuhan rumah tangganya.
- Truk Minyak Goreng Terguling Depan UNM, Warga Makassar Berebut
- IKA Smansa Makassar Gelar Pasar Murah, Rp50 Ribu Dapat Beras 5 Kg, Gula Pasir 1 Kg, dan Minyak Goreng 1 Liter
- Sidang Perkara Minyak Goreng di KPPU Masuk Tahap Akhir, Periksa 27 Terlapor
- Mengatasi Harga Minyak Goreng Tinggi di Makassar, Sandiaga Uno Bakal Kolaborasi Kementerian Terkait
- Antisipasi Penimbun, Distributor Minyak Goreng Batasi Jumlah Pembelian
Faktor kedua, kata dia, dari sisi supply. Saat ini, supply minyak goreng dari produsen atau ke Alfamart jauh lebih kecil dari total kebutuhan konsumen.
“Secara total pemenuhannya hanya 15 persen dari permintaan,” ujar Solihin.
Pada 18 Januari, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan harga minyak goreng kemasan menjadi satu harga, yaitu Rp 14 ribu per liter. Harga tersebut berlaku mulai Rabu, 19 Januari 2022 pukul 00.01.
“Diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga, serta usaha mikro dan kecil,” kata Lutfi dalam konferensi pers virtual dikutip dari laman Tempo pada Rabu, 2 Februari 2022.
Menurutnya, satu harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter itu, berlaku untuk minyak goreng kemasan, baik premium maupun kemasan sederhana. Pemerintah akan menerapkan harga tersebut, terlebih dahulu pada minyak goreng yang ada di ritel modern atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
“Jadi hitungannya kalau kami pesan seribu, yang datang 60. Kalau pesan 10 ribu, hanya datang 600. Yang jelas di bawah 10 persen,” ujar Solihin.
Selain disebabkan oleh faktor pasokan, Solihin mengatakan bahwa tingginya keinginan masyarakat untuk menyetok minyak goreng menjadi salah satu penyebab pasokan di swalayan, pasar modern, hingga gerai-gerai minimarket langka.
Berdasarkan catatan Aprindo, stok yang semestinya cukup untuk dua pekan telah ludes sejak pekan lalu. “Kami jual stok yang ada semua,” ujar Solihin.
Sebagai langkah untuk mencegah adanya penimbunan, Solihin mengatakan manajemen toko membatasi pelanggan membeli minyak goreng maksimal 2 liter saja.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
