Terkini, Jeneponto – Miris bayi Muhammad Ramadan yang baru berusia 1 bulan 5 hari dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kantor Daeng Pasewang (Latopas) Kabupaten Jeneponto, Senin, 29 April 2024.
Bayi yang lahir di RS Latopas Jeneponto, pada 24 Maret 2024 dilarikan ke RS lantaran mengalami kelainan di bagian kepalanya dan sesak nafas.
“Tadi pagi saya bawa kesini (RS Latopas) karena dibagian kepala membesar dan sempat sesak nafas,” Kata Mirawati, ibu dari bayi tersebut, saat dikonfirmasi terkini.id di RS Latopas Jeneponto, Senin, 29 April 2024.
Menurut Mirawati, anaknya lahir di usia dalam kandungan baru 7 bulan di RS Latopas 24 Maret yang lalu.
“Saat lahir beratnya 2,2 kg dan panjang 46 cm, 13 hari di RS saat dilahirkan, karena lahir prematur, usia kandungan baru 7 bulan,” Tutur Mirawati.
- Foto Tiga Legislator Bersama Bupati Gowa Beredar, Wakil Ketua HAR: Bukan Atas Nama DPRD
- Antrean SPBU Mulai Tertib, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Penyaluran BBM di Makassar dan Sekitarnya Kondusif
- Di Tengah Kelangkaan BBM, Honda EV Jadi Alternatif Mobilitas Harian
- Tinjau Kolam Lindi TPA Tamangapa, Munafri Dorong Pengolahan Air Lindi Lebih Optimal
- Wali Kota Makassar Tinjau Pembenahan TPA Tamangapa, Targetkan Pengelolaan Sampah Lebih Terkendali
Lebih lanjut Mirawati mengatakan, 7 hari semenjak keluar dari RS terlihat ada kelainan dibagian kepalanya.
“7 hari setelah keluar dari RS, kepalanya mulai membesar,” Ungkap Mirawati kepada terkini.id.
Mirisnya, orang tua dari bayi tersebut tergolong orang tidak mampu, dan bahkan ayah bayi itu juga dalam keadaan sakit.
“Tidak ada KIS, baru ini juga sudah diurus KK, karena belum masuk nama anak saya di KK,” Ujarnya.
Bayi tersebut sekarang dalam penanganan pihak RS Latopas, namun sangat butuh perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto, lantaran tak punya biaya untuk membayar biaya perawatan anaknya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
