Terkini.id, Jakarta – Empat orang perempuan yang berasal dari Sukabumi menjadi korban tindak pidana perdagangan manusia di Papua.
Keempat korban tersebut terdiri dari dua orang remaja, satu orang dewasa dan satu orang anak dibawah umur berusia 15 tahun.
Dilansir Terkini.id dari Detik.com, sebelumnya keempat perempuan tersebut diiming-imingi pekerjaan di Papua namun pada kenyataannya mereka dipaksa untuk melayani pria hidung belang.
Salah satu korban berinisal N yang berusia 18 tahun kemudian menceritakan bagaimana kronologi terjadinya kejadian memilukan ini.
Menurut N, awal berangkat ke Papua dirinya dijanjikan pekerjaan yang layak sebelum dibawa bekerja.
- Indonesia Tuan Rumah KTT ASEAN: Presiden Jokowi Akan Bahas Perdagangan Manusia
- Miris, Gadis Asal Makassar Diduga Korban Perdagangan Manusia dan Sekujur Tubuh Disiram Air Keras
- Bejat! Seorang Pria di Aceh Perkosa Lalu Jual Anak di Bawah Umur Kepada 6 Pria
- Ngeri Banget! Video TKW Ini Viral Nangis Minta Tolong, Jadi Korban Perdagangan Manusia di Dubai?
- Akhmad Namsum Sebut Pengemis dan Anak Jalanan Korban Sindikat Perdagangan Manusia
“Memang waktu pertama di sana tidak dipaksa melayani tamu, tapi setelah di sini dibilang kalau tidak layani tamu utang kamu tidak lunas,” papar NA, seperi dikutip dari Detik.com pada Rabu 16 Februari 2022.
Namun setelah sampai di Papua, ternyata korban dipekerjakan di salah satu tempat karaoke di Papua. Dan menurutnya pekerjaan yang didapatkannya tidak sesuai dengan perjanjian di awal.
“Itu lokasi pertama saya tiba, karena posisi saya sekarang sudah dipindahkan. Saya pertama kerja namun tidak sesuai dengan iming-iming mereka,” kata NA.
“sempat melapor ke kepolisian namun saya malah dimarahi oleh bos saya katanya 6 bulan habis kontrak kamu pulang saya juga diminta untuk tidak lapor-lapor,” lanjut NA lirih.
Tak hanya itu, NA juga menceritakan usahanya saat mencoba melapor ke kantor polisi setempat. Namun usahanya itu ternyata hanya berakhir percuma dan tak membuahkan hasil karena polisi tidak menghiraukan laporan NA.
“Sudah pernah sudah dua kali (melapor ke polisi) tapi tak pernah di gubris,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
