Miris, Lansia di Jeneponto Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot

Miris, Lansia di Jeneponto Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot

S
R
Syarief
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini, Jeneponto – Nasib pilu dialami oleh seorang lanjut usia (lansia), Jumanai (65), yang harus menjalani hari-harinya sebatangkara di sebuah gubuk reot di Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Gubuk yang ditempati Jumanai jauh dari kata layak. Dindingnya dari seng bekas usang, dan lantainya hanya beralaskan tanah. Tanpa aliran listrik dan air bersih, Jumanai harus bertahan hidup dengan segala keterbatasan.

Miris, Lansia di Jeneponto Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot

Menurut warga setempat, Jumanai sudah lama tinggal sendiri sejak ditinggal keluarganya. “Dia memang tinggal sendiri di gubuk reot dan tidak punya penghasilan tetap. Untuk makan sehari-hari saja kadang dibantu saudaranya” kata salah seorang warga kepada Terkini, Selasa, 6 Mei 2025.

Kondisi kesehatan Jumanai pun kian memprihatinkan. Dengan tubuh yang renta, ia kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya.

Miris, Lansia di Jeneponto Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat maupun pihak terkait agar Jumanai dapat hidup lebih layak di masa senjanya.

Baca Juga

“Kami hanya bisa bantu semampunya. Semoga pemerintah bisa turun tangan,” harapnya.

Sementara Plt Kepala Kelurahan Tolo Timur, Irsan Muhammad membenarkan Jumanai tinggal di gubuk Reot,” Status dalam KKnya cerai mati, BPJS punya dan juga sudah dapat beras bantuan pangan. Yang jadi kendala karena lahan yang ditempati punya saudaranya, tidak ada lahan milik pribadinya,” jelas Irsan.

Namun Irsan akan berupa untuk membantu Jumanai agar bisa mendapatkan bantuan bedah rumah,” Kalau ada langkah lain, saya akan berusaha membantu, Insya Allah saya akan komunitas dengan saudaranya,” ujarnya.

Kisah Jumanai menjadi potret nyata bahwa masih banyak warga lansia yang hidup dalam keterbatasan dan luput dari perhatian.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.