Sementara yang satunya diam, sepi, tanpa kehidupan. Berkali-kali aku pastikan, namun hasilnya sama.
Satu janin telah berhenti tumbuh di usia delapan minggu, sementara satunya masih bertahan dengan hentakan jantung yang kuat.
Dua pekan kemudian, mereka kembali datang. Aku periksa lagi dengan penuh harap. Namun kali ini, sungguh menyayat hati.
Dua kantong kehamilan itu ada, namun tak ada satu pun denyut kehidupan. Missed abortion. Keduanya telah tiada, di usia yang begitu muda.
Tangis pun pecah. Mereka menangis, dan hatiku ikut membiru.
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
Betapa mudahnya Allah memberi, dan betapa mudah pula Allah mengambil. Inilah takdir yang sudah digariskan. Setiap jiwa hidup dengan ketetapan-Nya masing-masing.
Allah berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Dan Allah juga berjanji:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
