MTT Foundation-IZI Sulsel Hadirkan Pengusaha Sukses dalam Pendampingan Program Lapak Berkah, Ini Topik yang Dibahas

MTT Foundation-IZI Sulsel Hadirkan Pengusaha Sukses dalam Pendampingan Program Lapak Berkah, Ini Topik yang Dibahas

R
Tri Novini
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Program 1000 Lapak Berkah merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu yang diusung Inisiatif Zakat Indonesia. Program yang kali ini merupakan hasil sinergi antara IZI Sulawesi Selatan dengan MTT Foundation, melanjutkan agenda programnya dengan mengadakan kegiatan pendampingan penerima manfaat. Kegiatan pendampingan Program 1000 Lapak Berkah ini dilaksanakan di Kangen Coffee Jl. Abdullah Daeng Sirua No. 107D pada hari Minggu, 23 Februari 2020. 

Kegiatan ini rutin diadakan setiap bulan dan sudah berjalan sebanyak 4 kali. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan serta berbagi tips, trik, serta strategi dalam menjalankan dan mengelola usaha. Sebelumnya, para pengusaha lokal ini telah mendapatkan bantuan berupa lapak dan modal usaha dari MTT Foundation dan IZI Sulawesi Selatan. Pendampingan kali ini mengangkat topik tentang ‘Pentingnya Brand dan Promosi’ yang dibawakan oleh Jusman Arsyad, seorang pengusaha yang bergerak di bidang komputer dan distributor terbesar mesin air kesehatan di kawasan Indonesia Timur sekaligus owner dari kafe Kangen Coffee

Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh tiga orang penerima manfaat lapak berkah MTT Foundation dan lima orang penerima manfaat lapak berkah Inisiatif Zakat Indonesia yang membuat suasana belajar semakin ramai. Dalam materi yang disampaikan, Jusman mengarahkan untuk membuat brand dan kontak person yang bisa ditempel pada setiap kemasan, karena hal ini merupakan bagian dari promosi yang hemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya promosi dalam jumlah besar. Selain itu, para peserta diharapkan untuk meyiapkan tim yang akan membantu ketika mendapat pesanan dalam jumlah besar. 

Dalam materinya, tidak lupa pula Jusman mengaitkan dengan nilai keislaman. Menurut Jusman seharusnya kita meningkatkan pola pikir kita dari yang awalnya ‘mencari rezeki’ menjadi ‘menjemput rezeki’ karena pada dasarnya rezeki setiap makhluk hidup telah ditetapkan tinggal bagaimana kita membuka jalan agar rezeki tersebut sampai pada kita. Ia juga banyak bercerita terkait perjalanan bisnisnya yang penuh lika-liku bahkan Ia pernah mengambil kredit untuk modal usaha hingga Ia menyadari bahwa pada hakikatnya pemilik modal terbesar ialah Allah sehingga untuk meningkatkan usaha seharusnya kita mendekati Sang Pecipta. 

D iakhir materi ia juga mengingatkan kepada penerima manfaat untuk senantiasa memperbaiki shalatnya dan terus mendekatkan diri kepada Allah sebagai Sang Pemberi Rezeki. “Analoginya seperti seorang anak kecil ketika menginginkan sesuatu, maka anak tersebut akan meminta setiap hari bahkan sampai menangis ketika tidak dipenuhi, begitupun seharusnya kita meminta dan memohon kepada Allah apa yang kita inginkan, tanpa putus asa,” tutup Jusman.

Baca Juga

Citizen Jurnalis: M. Arifuddin

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.