Terkini.id, Jakarta – Melalui cuitan di akun twitternya, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan semua yang terkait untuk memperhatikan harga-harga kebutuhan pokok.
Merespons cuitan tersebut, pegiat media sosial Nicho Silalahi sebut pemerintah membiarkan harga kebutuhan pokok meroket naik.
Pasalnya, menurut Nicho, harga minyak goreng di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia, padahal, Indonesia merupakan penghasil terbesar kelapa sawit.
“Sangkin perhatian pemerintah pada kartel harga-harga mereka biarkan meroket naik loh. Faktanya minyak goreng ajah jaah lebih mahal dari Malaysia, padahal Indonesia penghasilan terbesar CPO (Crude Palm Oil),” tulis Nicho.

Sebelumnya, pada unggahan di twitternya, Puan Maharani selaku pimpinan DPR RI meminta pemerintah untukk memperhatikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.
- Ngaku Kantongi Nama Cawapres, Puan Maharani: Paling Tidak Bisa Kerja Sama Untuk Rakyat
- Puan Maharani Bagikan Beras dengan Gambar Wajahnya: Empati Pada Rakyat Sebagai Ketua DPR!
- Warganet Sindir Wajah Presiden Jokowi: Wajah Kamu Sudah Mewakili Penderitaan Indonesia
- Demokrat Singgung Sikap Puan di Sidang Paripurna, Junimart: Komentarlah Secara Cerdas dan Santun!
- Pengamat Kritik Baliho Puan di Lokasi Bencana: Citra Negatif di Mata Publik
“Selaku pimpinan DPR RI, saya meminta pemerintah dan semua pihak terkait untuk memperhatikan harga-harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan,” kata Puan, dikutip dari akun twitter @puanmaharani. Jumat, 1 April 2022.
Selain itu, Puan Maharani juga menyoroti pasokan biosolar bersubsidi yang terjadi di sejumlah daerah akhir-akhir ini.
Ia ingin memastikan adanya penambahan kuota biosolar bersubsi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Sejalan dengan hasil rapat Komisi VII DPR dan pemerintah, saya ingin memastikan adanya penambahan kuota biosolar bersubsidi supaya kebutuan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Sehingga, menurut Puan pemerintah perlu lakukan koordinasi dengan aparat hukum dalam proses pengawasan distibusi biosolar secara ketat agar tepat sasaran dan tidak disalah gunakan.
“Untuk itu, pemerintah perlu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam proses pengawaasan distrbusi biosolar secara ketat dan tepat sasaran agar tidak terjadi penyalahgunaan,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
