Terkini.id, Jakarta – Masyarakat sedang dihebohkan atas beredarnya buku pelajaran Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memuat situs porno. Berdasarkan keterangan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), buku tersebut adalah buku Sosiologi yang membahas mengenai “Pemberdayaan Masyarakat Naga.” Awalnya, buku tersebut beredar di Jawa Barat.
Satriawan Salim, Koordinator Nasional P2G meminta agar Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk segera memblokir situs bermuatan pornografi yang beredar tersebut.
“Hingga rilis pernyataan resmi ini dibuat, situs tersebut masih eksis dan belum diblokir,” jelas Satriawan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 11 Februari 2021, dilansir dari Kompas TV.
Satriawan menekankan bahwa buku kehadiran situs porno dalam buku tersebut dapat berbahaya bagi siswa dan juga guru.
“P2G khawatir jika buku ini masih beredar dan terus digunakan siswa lalu dibuka, maka secara langsung para siswa dan guru telah membuka situs porno,” ujar Satriawan.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
Tanggapan Kemendikbud
Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud menyampaikan bahwa Kementerian Kemendikbud sedang berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs porno yang dimaksudkan.
“Kemendikbud tengah berkoordinasi dengan Kominfo terkait upaya filter maupun pemblokiran situs tersebut,” kata Hendarman, Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud dalam keterangannya pada Jumat, 12 Februari 2021, dilansir dari Tempo.co.
Hendarman juga menjelaskan bahwa kemendikbud telah melakukan penelusuran dan verifikasi data pada buku Sosiologi tersebut.
Berdasarkan pernyataan penulis dan tim penilai, situs laman yang dimaksud pada saat dirujuk memang awalnya memuat konten terkait kebudayaan Sunda.
“Hal ini diperkuat dengan penelusuran pada sistem arsip web hingga tahun 2015. Namun, nampaknya domain web tersebut tidak dikelola dengan baik (kedaluwarsa pada 30 Mei 2016), sehingga situs tersebut kemudian diambil alih oleh pihak lain dan konten sudah berubah,” ujarnya.
DPR pertanyakan sistem pengawasan kemendikbud
Syaful Huda, Ketua Komisi X DPR mempertanyakan sistem pengawasan Kemendikbud terkait aktivitas penerbitan buku di sekolah.
“Kemendikbud itu punya Sistem Informasi Perbukuan Indonesia yang seharusnya mengawasi aktivitas penerbitan di lingkungan sekolah termasuk buku ajar,” jelas Syaful Huda dalam keterangan tertulis pada Jumat, 12 Februari 2021, dilansir dari kompas.com.
Huda meminta agar sistem tersebut ditingkatkan agar tidak muncul lagi kontroversi terkait muatan situs porno seperti ini.
“Harusnya itu dimaksimalkan sehingga buku-buku ajar yang beredar di sekolah tidak lagi memuat hal-hal kontroversial seperti masuknya link porno yang bisa memberikan dampak negatif kepada peserta didik,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
