Insentif Nakes Dipotong Saat Pandemi Covid-19, KPK Diminta Selidiki Oknum yang ‘Main Belakang’

Insentif Nakes Dipotong Saat Pandemi Covid-19, KPK Diminta Selidiki Oknum yang ‘Main Belakang’

Sukma A
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri alasan dibalik dipotongnya insentif tenaga kesehatan (nakes).

Sahroni mengesalkan adanya potongan insentif nakes di saat situasi pandemi melanda.

“Sangat disesalkan ada oknum manajemen rumah sakit yang mengambil kesempatan di situasi pandemi seperti ini untuk mengambil hak insentif para nakes,” ujar Sahroni, dikutip dari Okezone, Selasa, 2 Maret 2021.  

Sahroni pun bahkan meminta pihak KPK untuk menelusuri hal ini lebih lanjut lagi.

“KPK harus bekerja sama dengan Kemenkes untuk menelusuri adanya temuan pemotongan sepihak tersebut,” lanjutnya.

Baca Juga

Ia selaku Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR berpendapat bahwa pemotongan insentif tersebut dapat berpengaruh buruk bagi nakes.

“Pemotongan hingga 70 persen ini merupakan perilaku yang semena-mena. itu dapat mempengaruhi semangat para tenaga kesehatan kita,” tuturnya.

“Mereka ini adalah garda terdepan yang seharusnya diperhatikan dan dilindungi hak-haknya, bukan malah dipotong secara sepihak,” imbuhnya.

Dengan alasan itu, Sahroni mendesak KPK untuk segera melakukan penertiban kepada pihak RS yang terbukti melakukan penyelewengan dana insentif nakes.

Ia juga meminta agara KPK dapat mengusut tuntas dan menindak tegas oknum RS yang nakal tersebut.

“Pemotongan insentif dari pihak rumah sakit jelas perilaku yang tidak bisa dibenarkan. Karenanya, Saya harap KPK dapat segera menindak rumah sakit yang terbukti melakukan penyelewengan dana para nakes tersebut, serta mengembalikan dana insentif yang sudah sempat dipotong oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya.

Diketahui bahwa KPK saat ini telah mendapatkan informasi adanya pemotongan insentif bagi nakes yang dilakukan pihak manajemen rumah sakit (RS).

Insentif nakes diketahui mengalami pemotongan hingga mencapai 50-70% dari dana insentif yang seharusnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.