Pameran ini memberikan perspektif baru yang lebih dekat mengenai kepemimpinan nasional, yang tidak hanya melihat pemimpin sebagai figur politik, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki hubungan erat dengan keluarga dan rakyatnya.
Selain pameran, acara Wicara Publik juga akan diadakan untuk membahas bagaimana keluarga menjadi sumber inspirasi bagi para pemimpin bangsa.
Diskusi ini juga mengulas bagaimana para presiden dan wakil presiden berinteraksi dengan rakyat dan berperan sebagai figur publik yang humanis.
Museum Balai Kirti juga menyelenggarakan berbagai Lokakarya kreatif, mulai dari crafting, penulisan, hingga pembuatan konten video.
Lokakarya ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda, sekaligus menjadi wadah pembelajaran tentang sejarah bangsa melalui karya-karya yang dapat mereka ciptakan.

- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 130 Persen di Sulsel
- Arodian Molis Buka Showroom di Gowa, Tawarkan Motor Listrik Roda Tiga yang Hemat Biaya 4 Kali Lipat
- Ngaku Rumah Digeledah dan Anak Diancam Diseret Kasus PBG Gowa, Saksi Minta Perlindungan Kapolri dan DPR RI
- Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan LPG 3 Kg Tersedia di Pangkalan Resmi
Salah satu kegiatan yang tidak kalah menarik adalah Susur Kota, sebuah tur bersejarah yang membawa peserta menjelajahi lokasi-lokasi penting di Makassar yang terkait dengan perjalanan tokoh-tokoh nasional.
Tur ini mencakup kunjungan ke Monumen Mandala yang mengingatkan pada perjuangan Presiden Sukarno dan Soeharto dalam pembebasan Irian Barat, hingga ke kediaman pertama Wakil Presiden Jusuf Kalla serta tempat pendidikannya.
Selain itu, tur ini juga mengunjungi tempat-tempat sejarah lainnya seperti Museum Negeri Makassar dan Museum La Galigo, sehingga peserta dapat mendalami lebih banyak tentang sejarah lokal dan peran penting Makassar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Linda Siagian, Penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk membawa koleksi sejarah tokoh-tokoh bangsa ke berbagai daerah.
“Kami ingin agar koleksi tentang para pemimpin Indonesia dapat diakses masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air, baik melalui media sosial maupun program museum keliling ini,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
