Terkini.id, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan berdasarkan data dari beberapa lembaga riset mengungkapkan bahwa ada terjadi peningkatan sikap intoleransi dalam beragama di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara daring yang bertajuk ‘Understanding Indonesian Muslims Culture‘, Sabtu, 13 Maret 2021.
Meski menunjukkan gejala peningkatan, ia mengatakan bahwa hal tersebut belum mengakar ke masyarakat.
“Riset yang dilakukan banyak lembaga menunjukkan ada gejala meningkatnya intoleransi. Namun demikian kita tidak perlu khawatir berlebihan, karena tren ini belum menjadi arus utama masyarakat Indonesia,” kata Yaqut, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu, 13 Maret 2021.
Dalam kesempatan yang sama, Yaqut juga mengatakan bahwa intoleransi dalam beragama juga menjadi tantangan di sejumlah negara.
- Makassar Resmi Jadi Kota Toleransi Nasional, Raih Penghargaan Harmony Award 2025
- Di Hadapan Menteri Agama, Wali Kota Gaungkan Moderasi Beragama di Peresmian Gereja Katedral Makassar
- Menteri Agama Resmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar
- Disepakati: Segini Biaya Haji Reguler Jika Kamu Berangkat Haji di Tahun 2023
- Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023
Apalagi, kata Yaqut, dalam mudahnya menyebarkan informasi seperti zaman sekarang ini.
Ia juga memberikan data mengenai banyaknya muslim di Indonesia yang mendukung ideologi Pancasila.
Oleh karena itu, Yaqut berpendapat bahwa hal tersebut adalah sebuah keuntungan.
“81,6 persen muslim Indonesia setuju dengan Pancasila, ini merupakan modal dasar yang sangat memberikan keuntungan untuk Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, Yaqut juga mengungkapkan bahwa Indonesia pada tahun 2020 menyumbang sebanyak 13,07 persen penduduk Islam di dunia.
Jumlah itu tersebut dikatakan lebih besar mengalahkan negara islam lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh.
Yaqut pun mengklaim bahwa pihaknya akan fokus pada tiga hal penanganan keberagamaan di Indonesia atas dasar hal tersebut.
Pertama, peningkatan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan merata. Selanjutnya, penguatan moderasi beragama.
Terakhr, yang ketiga ialah transformasi digitalisasi sebagai proses adaptasi Kemenag (Kementrian Agama).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
