Masuk

Nama Ngabalin Disebut-sebut dalam Sidang Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Ada Apa?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin disebut-sebut saat berlangsungnya persidangan kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster (BBL).

Sidang ini dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, 17 Maret 2021.

Saat berlangsungnya sidang, Majelis Hakim mempertanyakan perihal keterlibatan Ngabalin yang ikut perjalanan dinas Edhy Prabowo ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Mahfud MD Ngaku ‘Nyerah’ Ditantang Debat Jumhur Hidayat: Mohon Maaf!

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh hakim kepada Koordinator Humas di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Desri Yanti saat dihadirkan sebagai saksi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Desri mengiyakan perihal Ngabalin termasuk dalam 12 orang yang ikut kunjungan kerja Menteri KKP saat itu, Edhy Prabowo ke AS pada 17 hingga 24 November 2020.

Desri menceritakan saat kunjungan kerja hari kedua di Los Angeles, Ngabalin tidak kedapatan kamar hotel akibat masalah registrasi.

Baca Juga: Ali Mochtar Ngabalin Sebut Jokowi Akan Rombak Kabinet Pada Awal 2023

“Ternyata ada yang tidak terverifikasi dengan baik. Ada dua orang delegasi waktu itu Pak Slamet dan Pak Ngabalin,” ujar Desri, dikutip dari Detik, Kamis, 18 Maret 2021.

Hakim Ketua kemudian menginterupsi penjelasan ucapan Desri tersebut dengan menanyakan sosok Slamet dan Ngabalin yang disebutkan oleh Desri.

“Slamet itu maksudnya Slamet Soebjakto?” tanya Hakim Ketua.

“Terus Ngabalin itu siapa?” tanya Hakim Ketua sekali lagi.

Baca Juga: Ali Ngabalin Anggap Restu Jokowi Kepada Prabowo Sebagai Pepatah-Petitih

Desri pun menjawab bahwa Ngabalin yajg yang ia maksudkan adalah Mochtar Ngabalin.

“Apa kapasitasnya?” tanya Hakim Ketua melanjutkan.

Desri pun menjawab, Ali Mochtar Ngabalin berperan sebagai penasihat Komisi Pemangku Kepentingan Publik KKP yang dibentuk oleh Edhy Prabowo.

“Oh ada?” tanya Hakim Ketua dan diiyakan oleh Desri.

Sidang ini merupakan sidang perkara pemilik sekaligus Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito didakwa telah menyuap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo sebesar 103.000 dolar AS atau setara Rp1,4 miliar dan Rp706.055.440 (Rp706 juta).