Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Duduki Peringkat, Apa Penyebabnya

Terkini.id, Jakarta – Emas merupakan salah satu komoditas yang tidak pernah kehilangan daya pikat. Jika diamati, meski harga emas kian terus meningkat, namun permintaan emas dunia tidak pernah surut melainkan ikut mengalami lonjakan kenaikan.

Keterbatasan cadangan emas yang terkandung dalam perut bumi membuat harga logam mulia ini semakin membuat silau. Harganya selalu meningkat tiap tahunnya.

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia karena mampu menghasilkan sebanyak 240kg emas murni per harinya.

Baca Juga: Film Horor Taiwan Terlaris Sepanjang Masa, Netflix Rilis Trailer Resmi...

Penasaran engga sih, emas sebanyak itu berasal dari mana saja?

Melansir dari galeri24.co.id, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hasil sumber daya alamnya yang sangat melimpah. Salah satu sumber daya alamnya yang sangat dilirik oleh mata dunia adalah emas.

Baca Juga: Presiden Jerman Tertawa Girang Lihat Hadiah Dari Jokowi, Apa Isinya?

Jika dikulik lebih dalam, Indonesia memilki banyak tambang emas yang kini tersebar luas di berbagai daerah. Emas asal Indonesia sendiri dikenal sebagai emas dengan kualitas dan kadar paling baik di dunia.

Terdapat 6 tambang emas yang tersebar di berbagai daerah Indonesia, akan dirangkum berikut ini:

1. Grasberg, Papua

Baca Juga: Presiden Jerman Tertawa Girang Lihat Hadiah Dari Jokowi, Apa Isinya?

Grasberg merupakan tambang emas terbesar pertama yang terletak di wilayah Papua, Tambang Emas Grasberg dikelolah oleh PT. Freeport, perusahaan asal Amerika Serikat. Konon, tambang emas ini termasuk dalam tambang tembaga terbesar kedua di dunia. Setiap tahunnya, Grasberg dapat memproduksi 3 juta dengan komposisi pasir olahan dari batuan tambang yang mengandung emas, perak, dan tembaga.

2. Nusa Tenggara Barat

Indonesia memiliki potensi tambang emas dan tembaga baru kelas dunia yang kini berlokasi di Onto, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa tenggara Barat. Penemuan ini berdasarkan eksplorasi PT Sumbawa Timur Mining (STM) yang telah dilakukan di wilayah KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010. Dalam eksplorasi ini ditemukan deposit bijih tembaga emas dalam jumlah besar. Hingga saat ini, kekayaan sumber daya alam Indonesia pada komoditas mineral tidak hanya terletak di Papua saja, tetapi juga berada di wilayah Nusa Tenggara Barat.

3. Banyuwangi

Tambang emas Tujuh Bukit atau yang sering dikenal juga sebagai Tumpang Pintu ini merupakan tambang emas terbesar kedua di Indonesia yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Konon, tambang yang dikelola oleh PT. Bumi Suksesindo ini juga termasuk dalam tambang terbesar di dunia. Sejak dibuka pada tahun 2016, tambang ini diperkirakan memiliki cadangan emas mencapai 28 juta ons.

4. Sumatera Utara

Wilayah Sumatera juga memiliki tambang emas yang patut diperhitungkan yakni tambang emas Martabe yang dikelola PT. United Tractors. Tambang emas Martabe ini diperkirakan mampu memproduksi 300 ribu hingga 350 ribu ons emas per tahunnya.

5. Jawa Barat

Hasil emas di wilayah Jawa Barat juga tidak kalah menarik. PT. Renuka Coalindo yang merupakan salah satu perusahaan penambangan memproduksi emas dalam bentuk ore pada Juni 2019. Tambang ini diperkirakan memiliki total cadangan emas sebanyak 26 ton gold content. Perusahaan penambangan ini menargetkan dapat memproduksi emas mencapai 185 ribu troy ons per tahun.

6. PT. Aneka Tambang (ANTAM)

Siapa yang tak mengenal emas dengan merk dagang ini? Antam merupakan salah satu emas yang dikelola oleh perusahaan pertambangan milik BUMN Indonesia. Antam melakukan penambangan emas yang berada di wilayah Pongkor, Jawa Barat. Tambang emas Pongkor sendiri telah beroperasi sejak 1994 silam. Di tahun 2018, tercatat Antam memiliki cadangan emas seberat 19 ton dan sumber daya emas setara dengan 42 ton.

Melalui keenam daftar emas tersebut, Indonesia berhasil tercatat sebagai negara penghasil emas keenam terbesar di dunia pada tahun 2019, yang mana pada saat itu Indonesia mampu menghasilkan emas sebanyak 160 metrik ton. Posisi ini mengungguli Peru yang pada periode tahun sebelumnya (2018) berada pada urutan keenam.

Bagikan