Soal Mata Uang Kripto yang Fenomenal, Miliarder AS: Tak Ngerti Bitcoin Anda Sudah Tua!

Terkini.id, New York – Soal mata uang kripto yang fenomenal, miliarder AS: tak ngerti bitcoin anda sudah tua! Bitcoin dalam satu dekade ini mendapat perhatian publik ekonom dan investor. Pasalnya, mata uang kripto tersebut dianggap fenomenal untuk mendongkrak kekayaan. Tanggapan senada juga disuarakan investor miliarder Leon Cooperman.

Kepada wartawan di New York pada Kamis 9 September 2021, ia mengungkapkan jika orang yang tidak mengerti bitcoin cenderung sudah tua.

Orang-orang tua yang lebih banyak berkutat dengan investasi emas, menurutnya adalah mereka yang secara konvensional melindungi aset mereka dengan aman, tetapi tidak memiliki visioner dinamisasi investasi yang lebih menantang.

Baca Juga: Indeks Harga Saham Gabungan Turun, Segini Besarannya

“Mereka menyimpan emas untuk mempertahankan nilai investasi mereka, dengan mencari tempat berlindung yang stabil untuk uang mereka,” ungkapnya, seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Jumat 10 September 2021.

Mengutip Business Insider, pimpinan Omega Advisors itu mengatakan saat investor veteran Barry Diller melihat mata uang kripto sebagai hal ‘penipuan’, artinya ia tidak tahu apa-apa tentang aset digital.

Baca Juga: Sedang Turun 20 Persen Sekarang Saat Tepat Untuk Membeli Kripto

“Saya mengatakan, jika Anda tidak mengerti bitcoin, itu berarti Anda sudah tua. Saya 78 tahun. Saya sudah tua. Saya tidak mengerti,” imbunya di ‘Squawk Box’ CNBC.

Leon Cooperman menambahkan, satu hal yang ia tahu adalah pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak berkepentingan untuk membuka jalan bagi pengganti dolar AS.

“Dugaan saya adalah saya akan sangat berhati-hati dalam bitcoin. Saya tidak berpikir itu masuk akal,” katanya.

Baca Juga: Sedang Turun 20 Persen Sekarang Saat Tepat Untuk Membeli Kripto

Leon Cooperman juga bilang, seorang investor tua akan gugup tentang kondisi dunia, dan bakal mengatakan ‘Emas, bagi saya, akan menjadi tempat yang lebih baik untuk menyimpan nilai ketimbang bitcoin’.

Manajer hedgefund itu menambahkan, ia memiliki sangat sedikit emas.

“Anda tahu, saya tukang kertas. Saya seorang optimis abadi,” imbuhnya.

Catatan Business Insider menunjukkan, harga logam mulia turun sembilan persen selama 12 bulan terakhir, sementara bitcoin telah naik 60 persen pada periode yang sama.

Bitcoin memiliki awal yang kuat untuk minggu ini, menembus di atas 50 ribu dolar AS menjelang adopsi token bersejarah El Salvador sebagai alat pembayaran yang sah.

Kendati demikian, harganya jatuh pada Selasa 7 September 2021 lalu sebanyak 17 persen, menjadi 43.050 dolar AS, setelah kebijakan El Salvador yang diikuti penjualan besar-besaran pada platform derivatif.

Adapun terkait saham, Cooperman mengatakan ia mengawasi inflasi, sinyal dari Federal Reserve, dan suku bunga untuk investasi masa depan.

“Struktur pasar rusak, jadi ketika ada alasan mendasar yang nyata bagi pasar untuk turun, itu akan turun begitu cepat sehingga kepala Anda akan berputar, tidak ada kekuatan yang menjadikan stabilitator di pasar sekarang. Semuanya dijalankan mesin,” papar Leon Cooperman.

Ia juga memprediksi, tidak akan ada resesi di AS dalam waktu dekat.

Bagikan