Terkini.id, Jakarta – Sejumlah grup terkait tekno di media sosial ramai membahas soal pengadaan laptop merah putih oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Hal itu lantaran, alokasi anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop seperti disampaikan Nadiem Makarim dianggap terlalu besar, setelah melihat spesifikasi laptop yang mau dibeli.
Sejumlah warganet mengkritik, lantaran spesifikasi laptop tersebut dengan RAM 4gb, berbasis chromebook, DDR 4, dan HDD 32 GB harganya diperkirakan Rp10 juta per unit.
“Coba jalan jalan ke store laptop aja deh, Rp5 juta paling engga udah dapet i3 ram 2gb hdd 500. Ini chromebook lho, hardisk ga sampe 100gb,” tulis pemilik akun @ffromyesterdayy.
Dalam postingan lain, netizen juga membalas bantahan Kemendikbud, bahwa anggaran tersebut bukan cuma untuk pengadaan laptop, tapi beberapa alat lain seperti router, printer dll.
- Beredar di Media Sosial, Lurah Bulu Jaya Diduga Arahkan Warga Menangkan Paslon Nomor 3
- PSM Makassar Siap Meluncurkan Jersey Baru Lewat Media Sosial
- Hari Pancasila, Pj Bupati Jeneponto Harap Masyarakat Bijak dalam Memanfaatkan Media Sosial
- Belum Cukup Bukti, Viral di Media Sosial Pemuda Lakukan Pencoblosan Massal Capres 02
- Dikaitkan dengan Pejabat Medan, Inilah Sosok Clara Wirianda!
“Ok, laptop tarok harga 5jt,printer 1jt,router 350k.. total 6.350, sisa 3.650.. harga udah dbulatin gede.. belom lg kalo ambil banyak disc pasti gede,” tulis akun Uqan72.
Penjelasan Kemendikbudristek
Sebelumnya Kemendikbudristek telah mengklarifikasi soal program laptop untuk pelajar, 6ang harganya beredar sebesar Rp10 juta per unit.
Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pemerintah mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop untuk sekolah. Tentu informasi ini membuat publik berhitung harga laptop per unitnya.
Mengutip dari detikcom, Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri mengatakan itu adalah paket teknologi informasi komunikasi (TIK). Harga yang diungkapkan bukan cuma laptop, tapi juga termasuk perangkat pendukungnya.
“Di tahun 2021 akan ada 242.565 paket TIK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk 15.656 sekolah. Peralatan TIK ini bukan cuma laptop, tapi juga antara lain router, connector, printer dan scanner,” kata Samsuri kepada detikINET, Kamis 29 Juli 2021.
Pengadaan peralatan TIK ini diambil dari vendor di dalam negeri yang memenuhi persyaratan TKDN. Jumlah unit yang diterima tiap sekolah akan berbeda bergantung usulannya mulai dari level SD, SMP, SMA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Soal harga nggak bisa dipukul rata Rp 10 juta tadi. Nanti bagaimana masing-masing daerah bernegosiasi karena prosesnya akuntabel dan transparan sesuai prosedur LKPP. Tiap vendor terdaftar dalam e-katalog,” kata dia.
Samsuri mengatakan anggaran Rp 2,4 triliun yang disampaikan Nadiem adalah anggaran pusat yang ditransfer ke daerah. Nanti lalu pemda-pemda belanja kebutuhan laptop sekolahnya di e-katalog dari para vendor yang terdaftar.
“Jumlah paket TIK-nya, jumlahnya harus sesuai alokasi dalam DAK Fisik yang diterima Pemda. Lalu pemda negosiasi di e-katalog barang dan harganya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
