Masuk

Ngaku Pernah Diracun, Yahya Waloni: Hidung-Kuping Berdarah tapi Tak Mati, Pelaku Masuk Islam!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ngaku pernah diracun, Yahya Waloni: hidung-kuping berdarah tapi tak mati, pelaku masuk Islam! Ustaz Yahya Waloni pernah mengisahkan pengalaman seramnya saat mengaku diracun orang. Beruntung, sebut pendakwah kontroversial itu, racun itu tidak lantas bikin ia meninggal.

Bahkan, menurutnya si pelaku atau si peracun itu pada akhirnya menyatakan diri memeluk Islam atau mualaf.

Kisah diracun orang ini disampaikan Yahya Waloni dalam sebuah ceramah beberapa waktu lalu. Cerita tersebut lantas diunggahnya ke akun Youtube pada Mei 2021 lalu. Saat itu, sebutnya, dampak racun membuatnya mengalami pendarahan.

Baca Juga: Muhammad Kece Resmi Divonis 10 Tahun Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Yahya Waloni: Hukum di Negeri Ini Sudah Tidak Ada Artinya Lagi!

“Saat tiba di rumah, tiba-tiba kuping berdarah, hidung keluar darah pula. Esok harinya, saya ada sebuah urusan ke sebuah dealer mobil. Anehnya, saya ketemu dengan orang yang meracun itu,” ungkapnya, seperti dilansir dari Suara.com, jejaring Terkini.id, Selasa 10 Agustus 2021.

“Besok saya datang kembali di dealer mobil Suzuki, dia ngomong sama saya, ‘saya yang racun Pak Yahya, hari ini saya mau masuk Islam’. Untung kau bilang masuk Islam,” beber Ustaz Yahya Waloni.

Ustaz Yahya Waloni mengaku kaget juga saat ini. Pasalnya, si peracun belakangan mengaku menyesal meracuni Yahya Waloni. Pasalnya, efek racunnya sangat mematikan.

Baca Juga: Lagi! Megawati Sindir Pemuda Indonesia, Ustadz Yahya Waloni: Waspada! Nenek-nenek itu Biangkerok Perpecahan di Indonesia

Si peracun mengatakan, sebut ustaz mualaf itu, racun yang dikirimkan ke ‘Yahya Waloni’ itu diatur untuk membuat ia mati dalam sejam saja usai mengonsumsi racun tersebut.

Namun, imbuh ustaz asal Manado itu, herannya si peracun tersebut kaget lantaran sudah lebih dari sejam Yahya Waloni masih hidup.

“Ternyata si peracun itu bertaruh, kalau racun itu Ustaz Yahya Waloni tetap hidup maka si peracun itu berjanji akan masuk Islam dan mengakui Islam adalah agam yang benar,” papar Yahya Waloni.

Sebaliknya, jika Yahya Waloni meninggal setelah menenggak racun itu, ia berkesimpulan agama Islam itu berarti bukan agama yang benar.

Baca Juga: Berani! Pria Ini Tegas Mengatakan Jika UAS dan Yahya Waloni Bangsat

“Benar saja, si peracun itu menepati janjinya, tobat dan menyatakan ingin masuk Islam,” bebernya.

Dari cerita tersebut, Yahya Waloni mengatakan hidup dan mati itu takdir Allah SWT, atas seizin-Nya. Ia mengatakan, tidak ada nyawa di muka bumi ini kecuali izin dari Allah sebagaimana waktu yang telah ditetapkan.

Untuk itu, Yahya Waloni berpesan kepada jemaah, jangan takut dengan kematian.

“Akan terjadi kok itu kematian. Yang mesti ditakuti adalah meninggal tapi tak punya bekal amal,” imbuhnya.

Menurutnya pula, masih dalam tayangan videonya di Youtube, ia bilang  tidak ada yang bernyawa di muka bumi ini kecuali izin dari Allah sebagaimana waktu yang telah ditetapkan.

“Jadi antum gak usah takut dengan mati, akan terjadi. Pasti itu. Yang ditakuti adalah kita pulang ke sana tak punya amal,” jelas Yahya Waloni.

Namun kabar terbaru, Yahya Waloni dikabarkan sedang dirawat di rumah sakit. Namun belum detail betul apa penyebabnya dirawat.

Yahya Waloni juga tidak percaya dengan Covid-19. Ia mengaku berulang kali diperingati istrinya untuk mengenakan masker. Apalagi, dirinya kerap bepergian jauh saat mengisi ceramah.

Namun, ia mengaku prinsipnya tidak berubah.

“Sekali tidk (pakai masker) selamanya akan tetap tidak,” tegas Yahya Waloni.

Ia menirukan suara istrinya yang bilang, “Ikuti saja, Pak. Pakai masker supaya bisa naik kapal. Tetap naik, yakinlah naik. Tidak boleh naik kalau tidak ada antigen? Antigen bagaimana? Orang sehat begini!”

“Apalagi saya begini yang menentang-nentang kafir. Begitu dokternya dokter Kristen, aha, ini dia. Memang ditunggu-tunggu kau. Bukan disuntuk vaksin, saya malah disuntik mati,” imbuh Yahya Waloni.

Ustaz Yahya Waloni mengklaim, selama hidupnya tidak pernah mengkhianati prinsip.

“Jika dari awal sudah mengatakan A, maka seterusnya saya bakal mengatakan A. Itulah mengapa, sekuat apapun bujukan orang lain untuk mengajak saya menggunakan masker, saya tetap tak ma,” tegasnya.

“Saya background-nya filsafat. Jadi kalau A, ya A. B ya B. Enggak pernah berubah jadi C. Sampai ke liang kubur tetap A kalau sekarang A. Apalagi kalau sudah meludah, tak boleh ditarik kembali,” imbuh Yahya Waloni.