Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mengkritik keras Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang meresmikan Gapura Chinatown.
Pasalnya, Nicho Silalahi menilai pembangunan Gapura Chinatown ini akan melahirkan kecemburuan sosial.
“Kebijakan yang akan melahirkan kecemburuan sosial, kapan dibuat Arabtown, Bataktown, Jawatown, Bugistown, Sundatown dll?” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter @Nicho_Silalahi, seperti dikutip Terkini.id pada Kamis, 2 Juli 2022.
“Apa cuma China aja yang berhak di Jakarta ini? Ente Udeh kebablasan wan Anies Baswedan,” sambungnya.
Dilansir dari Kompas TV, Anies Baswedan meresmikan Gapura Chinatown Jakarta di kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat pada Kamis, 30 Juni 2022.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
- Cek Fakta: Benarkah Relawan Anies Baswedan Temukan Kotak Suara Tak Tersegel di Kota Makassar?
Anies Baswedan berharap gapura yang pembangunannya diinisiasi pada 2018 lalu itu dapat menjadi ikon baru Jakarta.
“Dibangun di lokasi yang sama dengan dulu diruntuhkan era pendudukan Jepang. Lalu, pada abad 18 dibangun direnovasi pada 1938 dan diruntuhkan Jepang. Kita ingin Jakarta bisa menghargai warisan budaya yang ada di kota ini,” katanya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun berharap gapura ini dapat menjadi simbol persatuan dan kesetaraan warga Jakarta.
Ia mengarapkan gapura ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah karunia Tuhan dan harus dirawat bersama.
“Hal ini harus kita rawat bersama-sama. Lalu, gapura yang sempat kami bahas pada 2018, sekarang sudah berdiri tegak. Semoga ini juga menjadi penanda bahwa kota ini penuh dengan sejarah, serta kesetaraan akan hadir untuk semuanya,” ujarnya.
Anies Baswedan juga memuji konsep rancangan Gapura Chinatown Jakarta yang dinilai unik jika dibandingkan dengan gapura Chinatown yang ada di belahan dunia manapun.
Bangunan tersebut bertekstur dari unsur batu (berwarna abu-abu), coklat genteng, serta unsur warna hijau perpaduan budaya Betawi, dengan tulisan berwarna coklat kayu.
“Bisa kita lihat keunikannya, di sini terlihat tidak ada unsur warna merah atau kuning seperti gapura-gapura kawasan Pecinan pada umumnya. Itulah pembeda utama Gapura Chinatown Jakarta dengan gapura-gapura pada umumnya,” kata Anies Baswedan.
“Di sini terlihat ukiran naga dan unsur awan yang dominan pada gapura, melambangkan kemakmuran dan perlindungan dari Sang Maha Pencipta,” lanjutnya.
Selain itu, Anies Baswedan juga mengapresasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) atas kolaborasi dalam merealisasikan proses pembangunan Gapura Chinatown Jakarta.
“Sebab, tanpa kolaborasi ini, tentu Jakarta akan terasa berat untuk menjadi kawasan yang menghadirkan kesetaraan. Selain itu juga, kami mengapresasi peran Dinas Kebudayaan, sehingga kiranya akan semakin mengembangkan daya tarik kawasan Pecinan sebagai salah satu obyek wisata di Jakarta,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
