Terkini.id, Jakarta – Imam Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali menilai bahwa pakar komunikasi, Ade Armando tak perlu banyak bicara soal agama.
Imam Shamsi Ali mengatakan hal itu karena menilai bahwa agama bukanlah spesialisasi Ade Armando.
Ia mengatakan itu saat merespons tanggapan Ade Armando mengenai pernyataannya bahwa ingkar syariat berarti ingkar Islam.
Sekedar catatan, saling balas antara keduanya ini berawal dari pernyataan Ade Armando yang mengaku Islam, namun tak percaya umat Islam harus menjalankan syariat Islam.
Diberitakan Terkini.id sebelumnya, Ade Armando membalas tudingan mengingkari syariat Islam dengan mencontohkan bahwa Indonesia sejak dulu menolak menerapkan syariah, namun apakah lantas negara ini akan disebut ingkar?
Imam Shamsi Ali pun membalas bahwa penghapusan kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dalam Piagam Jakarta bukanlah sebuah bentuk pengingkaran Indonesia terhadap syariat.
“Penghapusan 7 kata dari Sila pertama bukan pengingkaran,” kata Imam Shamsi Ali melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 28 Oktober 2021.
“Tapi mengandung 2 makna: 1) toleransi Umat ini. Demi perasaan warga negara lainnya. Tapi tidak dipahami ‘mengingkari’. 2) Karena Pancasila milik semua warga negara. Maka biarlah masing-masing pemeluk menafsirkan makna Ketuhanan,” jelasnya.
Presiden Nusantara Foundation ini lantas menyinggung bahwa pemikiran dan komunikasi Ade Armando itu kacau.
“Ada beda ‘mengingkari’ dan memahami. Jelas Al-Qur’an menyebutkan ‘milkul yamin’. Saya tidak mengingkari, tapi saya tidak memahami secara literal,” ungkapnya.
Imam Shamsi Ali menegaskan bahwa mengingkari eksistensi ayat Alquran itu termasuk “kufur”.
Tapi, lanjutnya, memahami ayat Alquran berdasar konteksnya itu sangat memungkinkan.
“Dan karenanya, ungkapan anda mengingkari Syariah itu ungkapan yang berbahaya,” katanya.
Imam Shamsi Ali melanjutkan bahwa ia tidak lantas melabeli Ade Armando “kufur”, sebab itu wilayah Allah semata.
Namun ia menekankan kepada Ade Armando untuk membedakan antara kata “pengingkaran” dengan kata “penafsiran”.
“Saya melihat Ade Armando tidak perlu banyak bicara tentang agama,” kata Imam Shamsi melalui akun Twitter-nya pada Kamis, 28 Oktober 2021.
“Itu bukan spesialisasi anda. Apalagi tendensinya memecah belah dan menyesatkan,” lanjutnya.
Direktur Jamaica Muslim Center itu juga menyinggung bahwa seorang pakar komunikasi perlu berkomunikasi dengan baik.
“Bukan asal ngomong dan menimbulkan kegaduhan. Umat dan bangsa ini perlu ketenangan,” tandas Imam Shamsi Ali.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
