Terkini.id, Jakarta – Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, menyebut pihaknya tidak membutuhkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) sumur resapan di Ibu Kota.
Gembong mengatakan pembentukan pansus seharusnya dilakukan untuk memperdalam pengawasan anggota dewan terhadap suatu hal. Di sisi lain, ia menilai sejak awal sumur resapan merupakan program yang tidak jelas.
“Karena sumur resapan itu sudah jelas, jelas enggak beresnya, terus apalagi yang mau dipansuskan, wong enggak beres. Enggak beres kok mau dipansuskan,” kata Gembong saat dihubungi, Rabu 15 Desember 2021.
Gembong menyebut masyarakat Jakarta juga sudah mengetahui bahwa program sumur resapan tidak jelas manfaatnya. Sehingga menurutnya, dewan tidak perlu menghabiskan energi untuk mengurusi sesuatu yang tidak jelas.
“Tahun 2022 ketika dia minta (anggaran sumur resapan) Rp350 miliar, kemudian dibahas di Komisi D jadi Rp120 M, maka di Banggar saya babat, dinolkan,” katanya, dilansir dari CNN Indonesia.
- PDIP Sebut Program DP 0 Rupiah Anies Baswedan Abal-abal
- Gembong Warsono Sebut Anies adalah Gubernur 0 persen, Chusnul Chotimah: Yang Setuju Retwet
- PDIP Soal Janji Kampanye Anies Baswedan: 3 Malam Tak Tidur
- Minta Anies Baswedan Fokus Penanggulangan Banjir di Jakarta, Gembong Warsono: Gagah Dalam Kata-Kata Tapi Minim Implementasi
- PDIP Kritik Anies Baswedan, Eko Widodo: Wakil Rakyat Tapi yang Diwakili Kepentingan Oligarki
Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pembentukan pansus merupakan hak anggota dewan.
Kendati demikian, menurutnya, tidak dibutuhkan pansus terkait sumur resapan.
“Kalau soal sumur resapan rasanya belum diperlukan. Silahkan teman-teman dari fraksi manapun di DPRD melakukan dialog, diskusi dengan dinas terkait, temui kalau perlu kontraktornya, lihat di lapangan minta penjelasan keterangan. Saya kira bisa dicarikan solusi terbaik,” katanya.
Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta sebelumnya mengusulkan secara terbuka pembentukan Panitia Khusus (Pansus) sumur resapan. PSI mengaku menerima banyak aduan masyarakat terkait pembangunan sumur yang bermasalah.
“Kami banyak menemukan dan menerima pengaduan tentang sumur resapan yang amburadul. Sumur Anies Baswedan ini ada yang merusak jalan, ada yang terbengkalai, hingga yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Sumur Anies empat ratus miliar resahkan warga,” kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian dalam keterangan tertulis, Rabu 15 Desember 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
