Terkini.id, Sulsel – Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel), Ni’matullah Erbe mengaku kecewa dengan munculnya keputusan penunjukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Bakal calon Wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.
Menurut Ulla sapaan akrab Ni’matullah Erbe, keputusan tersebut diambil secara sepihak antaran Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) bersama Partai NasDem, tanpa melibatkan Partai Demokrat yang masuk dalam Tim 8 bersama partai NasDem dan PKS.
“Keputusan itu diambil di luar kesepakatan yang sudah dibuat di Tim 8 bersama koalisi 3 partai,” ungkap Ulla di Makassar, Jumat 1 September 2023.
Ulla menilai keputusan dalam menentukan cawapres sebagai bentuk pengkhianatan. Bahkan Ulla menyarankan agar Partai Demokrat keluar dari koalisi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan.
“Kalau saya ditanya sebagai ketua DPD, saya kira situasi itu, membuat kita berpikir ulang mestinya menyangkut bagaimana koalisi ini. Kalau saya diminta dan diambil suara, saya tentu meminta agar kita keluar dari koalisi. sudah tidak bisa lagi kita bersama-sama dengan orang tidak bisa dipercaya omongannya. Kalau mau lebih kasar, kita dibohongi dan ditipu secara mentah-mentah,” ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
- Ni'matullah Erbe Sebut Vonny Ameliani Layak Pimpin KNPI Sulsel
- Ni'matullah Erbe Ditetapkan sebagai Koordinator Presidium KAHMI Sulsel
- Nimatullah Pastikan Rekomendasi Demokrat ke Andi Ina Kartika di Pilkada Barru 2024
- Demokrat dan PKB Jenaki Koalisi Pilkada di Sulsel
- 24 DPC Demokrat Bulatkan Tekat Mendorong Ni'matullah Erbe di Pilgub Sulsel
Meskipun demikian, pihak Demokrat Sulsel masih menunggu arahan majelis tinggi dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait persoalan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
