Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (ILKAB), Rudi Kamri melontarkan kritik keras terhadap Novel Baswedan apabila mantan penyidik KPK itu menerima ajakan Kapolri untuk bergabung di Institusi Polri.
Kritik tersebut disampaikan Rudi Kamri menanggapi keinginan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menawarkan 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK termasuk Novel Baswedan untuk gabung di institusi Polri.
Menurutnya, kembalinya Novel Baswedan ke institusi Polri justru menjadi pukulan telak yang menguji harga diri dan kehormatan mantan penyidik KPK itu.
Ia pun mengingatkan bahwa dulunya Novel Baswedan sering menyerang institusi Polri, bahkan berulang-ulang kali.
“Sebelumnya kita ketahui, Novel Baswedan merupakan anggota Polri yang kemudian bergabung ke KPK. Perlu diingat dia sering menyerang institusi polri berulang dan berulang, sering kali,” ujar Rudi Kamri.
- Polri Cegah Korupsi di Bidang Infrastruktur di Sulawesi Selatan
- Misteri Pelarian Harun Masiku: Novel Baswedan Sebut Pimpinan KPK Tak Sungguh-sungguh Mencari
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Presiden Jokowi Sayangkan Pemecatan Novel Baswedan dari KPK: Biar Ada yang Takut
- Novel Baswedan Kecewa, 2 Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo
Hal itu diungkapkan Rudi Kamri dalam videonya yang tayang di kanal YouTube Kanal Anak Bangsa, seperti dilihat pada Sabtu 2 Oktober 2021.
Lantaran hal itulah, Rudi pun merasa heran jika Novel yang pernah berada di institusi Polri malah kembali menerima tawaran Kapolri setelah berulang kali melakukan penyerangan kepada Polri sejak di KPK.
“Apakah tidak akan menjadi duri dalam daging di Polri ya? Nah ini bagi saya lebih pada pukulan telak dari Kapolri untuk mengetes atau menguji harga diri dan kehormatan seorang Novel Baswedan,” tuturnya.
Menurut Rudi, jika Novel Baswedan mau menerima tawaran Kapolri tersebut maka dia akan menjilat ludahnya sendiri.
“Kalau menurut saya, kalau Novel Baswedan mau menerima tawaran Kapolri artinya dia sudah menjilat ludah sendiri dan menurunkan harga dirinya,” tegasnya.
Mengutip Hops.id, Rudi Kamri juga menilai apabila Novel Baswedan menerima ajakan bergabung ke Polri itu maka Novel merupakan manusia sampah.
“Dia menjadi manusia sampah menurut saya, karena apa? karena sudah sering menjelek-jelekan institusi Polri, kemudian menerima begitu saja. Ini integritasnya dan kredibilitasnya di mana?,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
