Makassar Terkini
Masuk

Tanggapi Penetapan Ferdy Sambo Sebagai Tersangka Kasus Penembakan Brigadir J, Said Aqil: Bersih-Bersih Oknum Polri

Terkini.id, Jakarta – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siradj memberikan tanggapannya terkait mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat.

Menurut Said, Polri sebagai lembaga harus dijaga dan diselamatkan marwah serta kredibilitasnya.

Oleh karena itu, Said menilai oknum Polri yang mencoreng nama baik Polri harus dibersihkan dari institusi.

“Polri kita harus selamatkan, kredibilitas Polri harus kita jaga, negara manapun institusi polisi. adapun oknumnya harus kita bersihkan. Tugasnya Pak Kapolri bersih-bersih oknum yang mencoreng nama baik Polri,” ujar Dewan Pembina Islam Nusantara Foundation ini yang dilansir dari Republika, Jumat 12 Agustus 2022.

Said pun tak lupa memberikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang telah bekerja keras membongkar kasus polisi tembak polisi ini.

Said mengapresiasi keberanian Listyo Sigit untuk mengumumkan Ferdy Sambo dan juga sejumlah personel lainnya yang ditetapkan menjadi tersangka.

“Bisa kita berikan apresiasi. Beliau sangat berani bisa memproses 31 orang-orang Polri yang terlibat itu suatu yang luar biasa. Ada keberanian ada ketulusan mudah-mudahan tegar,” lanjut Said.

Seperti diketahui, Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto menyampaikan keterlibatan 56 anggota polisi dalam kasus penembakan Brigadir J ini.

31 personel polisi terbukti sudah melanggar kode etik profesi yang menyebabkan penyidikan sedikit terhambat.

Menurut Agung, 31 anggota kepolisian itu diduga terlibat terkait hilangnya beberapa barang bukti terutama CCTV yang dinilai akan membantu proses penyidikan kasus ini.

“Timsus akan melakukan pergantian terhadap personel-personel yang melanggar kode etik, kalau nanti ada unsur pidananya kami limpahkan ke Bareskrim Polri, tetapi kalau melanggar kode etik maka tentu Ditpropam Polri akan melakukan sidang kode etik terhadap personel tersebut,” jelas Agung.