Terkini.id, Jakarta – Tengku Zulkarnain menanggapi informasi bahwa Nurdin Abdullah ternyata telah menerima suap sejak akhir tahun 2020 dengan total Rp5,4 miliar. Tengku Zul menyindir bahwa Nurdin Abdullah sebelumnya bersumpah demi Allah tidak tahu-menahu soal transaksi suap yang berlangsung.
“KPK bilang Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel, sudah menerima suap 5,4 miliar sejak 2020,” tulis Tengku Zul di twitter @ustadztengkuzul pada Senin, 1 Maret 2021.
“Waduh, padahal dia sudah bersumpah-sumpah semi Allah tidak tahu, loh,” lanjutnya.
Tengku Zul juga menutup cuitannya dengan meminta agar uang hasil suap tersebut disetor ke mana oleh Nurdin.
“Coba telusuri setor ke mana,” lanjutnya.
- Singgung H Sahabuddin Pisah dari Ilham Azikin, Nurdin Abdullah: Beliau Tak Mau Ikut Merusak
- Nurdin Abdullah: Saya Menerima Semua Proses yang Saya Jalani sebagai Takdir Allah SWT
- Bebas dari Penjara, Nurdin Abdullah Disambut Ribuan Warga di Bantaeng
- Taufan Pawe Sebut Nurdin Abdullah Berjasa Terhadap Parepare
- Nurdin Abdullah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Bro Rivai: Beliau Orang Baik
Cuitan tersebut Tengku Zul bagikan dengan sebuah artikel berjudul ‘KPK: Nurdin Abdullah Sudah Terima Suap Sejak Akhir 2020 Sebanyak Rp5,4 M.’
Untuk diketahui, KPK memang telah menjelaskan bahwa Nurdin sudah menerima suap sejak akhir tahun 2020 dari beberapa kontraktor proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel
Dilansir dari artikel Kompas yang diterbitkan pada Minggu, 28 Februari, rincian uang suap tersebut adalah sebagai berikut:
- Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto (AS) memberi uang sebesar Rp 2 miliar diserahkan melalui Edy pada 26 Februari 2021.
- Kontraktor lain memberi uang sebesar Rp 200 juta pada akhir 2020.
- Kontraktor lain juga memberi uang pada Nurdin melalui ajudan Nurdin (SB) pada pertengahan Februari 2021 sebesar Rp 1 miliar.
- Awal Februari 2021 Nurdin melalui SB menerima uang sebesar Rp 2,2 miliar
Adapun perkataan Nurdin Abdullah yang bersumpah tidak tahu mengenai transaksi suap yang terjadi disampaikan pada Minggu, 28 Februari 2021 di luar Gedung KPK.
“Karena memang kemarin itu saya nggak tahu apa-apa. Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak tahu, demi Allah, demi Allah,” kata Nurdin.
Sebagai informasi, Edy Rahmat adalah Dinas Pekerjaan Umum Sulsel yang berhubungan dengan Agung Sucipto, pengusaha konstruksi dan resort yang beroperasi di wilayah Bantaeng dan sekitarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
