Opini : Skandal Jiwasraya Dan Daulat Kapitalisme

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya dinilai merupakan skandal terbesar di Indonesia, setelah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI. Maka dari itu, seluruh pihak penegak hukum mulai dari Kejaksaan Agung, Polri hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai harus ‘keroyokan’ dalam mengungkap kasus ini. Hal ini di ungkapkan oleh Wakil Sekjan Partai Demorat, Didi irwandi menurutnya butuh panitia khusus untuk menghindari adanya dudagaan yang tidak baik, karena sikap saling menyalahkan. (vivanews.com)

Dimana BUMN asuransi jiwa ini mengalami gagal bayar sebesar 13,7 trilliun dan meminta talangan Negara sebesar 30 triliun lebih untuk menyelamattak diri. Sedangkan ada beragam pendapat tentang latar belakang jiswasraya mengalami kebangkrutan. Menurut Said Didu pengamat BUMN menganggap ada perampokan, karena perusahaan yang sangat sehat pada 2016-217, lalu defisit puluhan triliun ditahun berikutnya, itu berarti ada penyedotan dana yang terjadi. Dia juga menduga ada tindak pidana korupsi. Pasalnya nilai kebocoran hingga triliunan rupiah dan tidak mungkin karena resiko bisnis.

Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam kasus Jiwasraya. Kejagung juga menemukan fakta lain Jiwasraya melakukan investasi di 13 manajer investasi (MI) yang mengelola reksa dana.(cbncindonesia.com/19/12/2019).

Sedangkan pengakuan Dirut Jiwasraya menambahkan latar belakang lain yaitu BUMN sudah lama tidak sehat. Dimana dipilihnya cara yang sangat berisiko untuk mengatasinya. Yaitu dengan menjual JS Saving Plan asuransi investasi yang berbunga sangat tinggi kemasyarakat dan jiwasraya menanam modalnya di busa saham, bahkan dengan membeli saham perusahan yang seakan menguntungkan. Sehingga terjadilah skema Ponzi yaitu premi yang dibayar pelanggan asuransi dipakai membayar keuntungan atau bunga tinggi para nasabah. Sehingga pada gilirannya mengalami gagal bayar polis asuransi.

Sehingga persoalan ini semakin buruk mengingat BUMN sering sekali menjadi tumpuan sponsor untuk berbagai macam proyek individu didalam lingkaran kekuasaan. Seperti Jiwasraya mensponsori kedatangan klub bola dunia Manchester City.

Sebenarnya masalah aset rakyat dan modal negara yang dikelolah oleh BUMN telah mengalami berbagai persoalan tidak hanya terjadi pada Jiwasraya. Karena permasalahan sebenarnya adalah kapitalisme yang sudah sangat mencengkeram di dalam Negara.

Dimana dimulai dari skema pengelolaan BUMN dengan model korporasi.
Keterlibatan lingkar kekuasaan untuk memanfaatkan BUMN bagi kepentingan kursi dan partai sehingga cara untuk mencari keuntungan dengan syarat riba. Sampai berujung pada krisis bahkan dalam kebangkrutan. Sebagai jalan keluarnya, Negara harus memberikan talangan. Ini adalah perampokan besar-besaran terhadap Negara secara legal, dan yang menikmati hasilya adalah kaum kapitalis, pemilik modal, para elit BUMN dan pemilik kursi penguasa.
Skandal ini seharusnya mampu menyadarkan bahwa betapa buruknya kapitalisme.

Tidak ada sedikitpun kebaikan dan maslahat untuk rakyat. dimana sistem yang hanya dipertahankan oleh mereka yang rakus terhadap kekuasaan yang didapat dari persekongkolan dengan kelompok kapitalisme.

Sedangkan dalam islam sudah jelas bahwa asuransi itu haram dikarenakan akad yang terjadi didalam asuransi adalah akad untuk mencari keuntungan. Dimana akad itu tida ada kejelasan, kapan nasabah akan menerima timbal balik berupa klaim. Dan juga asuransi didalamnya terdapat riba. Karena apabila perusahaan asuransi membayar ke nasabahnya atau kepada ahli warisnya uang yang disepakati dalam jumlah yang lebih besar dari nominal premi yang ia terima.

Sebagaimana firman Allah dalam surah Ali Imron ayat 130.“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir”.

 

Oleh : Nurlinda/Pemerhati sosial

Komentar

Rekomendasi

Cegah Covid-19, PMI Sinjai Semprot Disinfektan KUA Tellu Limpoe, Sinjai

Cegah Covid – 19, Pemuda dan Pemerintah Desa Tapporang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Seleksi Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Perawatan dan Bidan Tahun 2020 Polda Sulsel Dipercepat, Ini Alasannya

Gubernur Sulsel Terbitkan Surat Edaran Perpanjangan Masa Belajar di Rumah, Berikut Bunyinya

Antisipasi Covid-19 di Mandai, BPBD Bersama Damkar Lakukan Penyemprotan Sepanjang Jalan Kariango

Mahasiswa KKN UINAM Bantu Gugus Tugas di Posko Siaga Covid-19 Sterilkan Pengguna Jalan

Darurat Covid-19, SMAN 7 Makassar Laksanakan US Online. Ini Pesan Kepala Sekolah

Jangan Dengar Suara Hoax ” Jembatan Barombong Dan Jembatan Kembar Sungguminasa,” ini Keterangan Kasubbag Humas Polres Gowa

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar