Terkini.id, Makassar – Perempuan berhijrah seringkali ditandai dengan mulainya menutup aurat, menutup mahkotanya dengan sehelai kain sebagai bentuk patuh pada salah satu perintah dari sang Maha Cinta. Fenomena ini menjadi tren yang cukup hangat diperbincangkan karena banyaknya perempuan yang mulai berhijab baik itu dari kalangan biasa sampai kalangan selebriti ternama. Terjadi pro dan kontra, banyak yang mendukung tetapi banyak pula yang mencibir atas perubahan tersebut.
Adanya pernyataan “paling dia berhijab hanya ikut tren saja, nanti juga dilepas” dapat membuat mental seseorang menjadi down. Mungkin beberapa orang memang berhijab hanya karena melihat fashion wanita berhijab semakin tren di kalangan masyarakat, tetapi tidak sepatutnya mencibir dengan kata-kata yang dapat menyakiti hati orang tersebut. Bisa saja berawal dari niat yang mengikuti tren kemudian menjadi habits atau kebiasaan sehingga saat ingin bepergian merasa ada yang kurang dan merasa risih ketika tidak memakai hijab. Jadi tidak perlu mempermasalahkan niat awal seseorang untuk berhijrah, cukup doakan agar ia bisa istiqomah!
Berbicara tentang perempuan, perempuan selalu diidentikkan dengan kata lemah. Padahal faktanya, perempuan itu makhluk kuat dan tangguh yang bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Perempuan itu lebih perasa, lebih sensitif, mudah iba, dan mudah tersentuh tapi itulah kelebihan perempuan.
Kemudian ketika perempuan memakai hijab, ada yang mengatakan bahwa perempuan berhijab itu terlalu menutup diri dan membatasi kebebasan mereka dalam beraktivitas. Buktinya banyak perempuan berhijab yang sukses, jadi hijab itu bukan penghalang seseorang untuk berkarya.
Berhijab melambangkan kepatuhan muslimah terhadap Allah, melambangkan kesederhanaan, ketawadhuan, menutup aurat sebagai bentuk penjagaan diri. Berhijab juga menjadi salah satu cara perempuan muslimah untuk menjaga kehormatannya dan menjaga diri dari rasa malu mengumbar aurat. Islam menjaga kaum perempuan dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa, dan merendahkan martabatnya. Oleh karena itu, Islam mengatur cara berpakaian seorang muslimah agar terhindar dari mata-mata khianat yang dapat menjadi fitnah bagi mereka.
- Dari Perut Bumi Arpal, Sumur Bor TMMD ke-128 Hadirkan Air Bersih, Wujud Investasi Harapan Masyarakat
- Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Antarkan Makassar Jadi Kota Toleran
- Wali Kota Makassar Munafri: Pendidikan Hak Semua Warga, Momentum Hardiknas Perkuat Komitmen Bersama
- Mammana Florist Hadirkan Standar Kerapian dan Presisi untuk Karangan Bunga di Makassar
- Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran di Indonesia
Islam mewajibkan perempuan untuk menutup aurat sebagai suatu bentuk identitas seorang muslimah dan sebagai bentuk ketaatan atas perintah-Nya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam QS. Al-Ahzab ayat 59, “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang!”.
Ada banyak anggapan bahwa berhijab menghalangi kebebasan perempuan dalam berbagai hal, baik itu dalam pekerjaan, pergaulan, maupun pendidikan. Jangan salah! Islam mewajibkan seorang muslimah untuk berhijab bukan untuk membatasi mereka, melainkan sebagai pelindung dari berbagai macam dosa. Banyak perempuan berhijab yang sukses dalam karier dan pekerjaannya, mereka juga bisa mengenyam pendidikan sama seperti yang lainnya.
Banyak muslimah yang berhasil dan membawa nama baik indonesia ke dunia internasional, contohnya ibu Heni Sri Sundani Jaladara yang awalnya hanya bekerja sebagai seorang TKW di Hongkong tetapi sekarang telah sukses mendirikan Smart Farmer Kids in Action and AgroEdu Jampang Comunity dan pernah masuk daftar 30 Under 30 Forbes Asia pada tahun 2016.
Selain itu nama Dian Pelangi tentu tidak asing bagi teman-teman yang menggilai fashion, beliau menjadi salah satu perancang busana muslim di Indonesia yang sangat populer. Beliau telah sukses menapaki gelaran busana nasional maupun internasional, salah satunya Paris Fashion Week for Peace 2018.
Berhijab bukan menjadi suatu penghalang seorang muslimah untuk menjadi apapun yang mereka mau. Lalu kata siapa perempuan berhijab tidak bisa bergaul? Bisa! Hanya saja dalam Islam pergaulan antara perempuan dan laki-laki memang dibatasi, misalnya tidak boleh berkhalwat atau berdua-duaan di tempat sepi karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Perempuan berhijab masih bisa ikut hang out, ngumpul dengan teman-teman, jalan-jalan, dan melakukan aktivitas lainnya.
Jadi, berhijab tidak akan menghalangi perempuan untuk mencapai segala impiannya!
Citizen : Dian Amalia Putri (Mahasiswi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
