Terkini.id, Makassar – Anak-anak yang bertengkar dengan teman sebaya umum terjadi. Namun, bila orang tua terlibat pada perkelahian anak maka bisa mengarah pada kekerasan anak dan berbuntut panjang di kepolisian.
Baru-baru ini, peristiwa keterlibatan orang tua terhadap perkelahian anak terjadi di Labolong, Desa Mattongeng-Tongeng, Kabupaten Pinrang.
Aura Gawi, kakak dari korban kekerasan, DZ (10) menceritakan awal mula peristiwa kekerasan tersebut. Ia mengatakan hal itu bermula saat adiknya pulang dari Jumatan, pada 5 Februari 2021.
“Sepulang Jumatan dia bermain di dekat sekolah, dekat masjid, lalu bertengkar dengan teman sebayanya yang tinggal di Katteong. Dia ajak adik saya berantem,” kata Aura, Selasa, 9 Februari 2021.
Lantaran kalah berkelahi, anak tersebut pulang mengadu ke orang tuanya (RIS). Lantas orang tuanya datang menyambar adik Aura, DZ.
- Kebakaran di Jeneponto, Tiga Rumah Ludes Terbakar, 1 Orang Mengalami Luka Bakar
- Bupati Pangkep M. Yusran Lalogau Dilantik Pimpin IKA Perikanan Unhas Periode 2026-2030
- LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel
- HUT ke-9 Gammara Hotel Makassar Diwarnai Program Harmony Culture untuk Anak Berkebutuhan Khusus
- AHM Edukasi 2.173 Anak Tanamkan Budaya Keselamatan Berlalu Lintas pada Hari Anak Nasional 2026
“Siapa tadi di sini yang pukul anakku?” kata Aura menirukan RIS yang memukul adiknya.
“Saya,” kata adik Aura, setelah itu orang tua tersebut langsung turun dari motor dan membenturkan kepala adiknya ke tembok secara berulang-ulang.
Anak-anak yang menyaksikan peristiwa tersebut, kata Aura, sudah memberi kesaksian di kantor kepolisian setempat.
“Sudah masuk laporan di Polsek Langnga,” kata dia.
Aura melanjutkan bahwa sepulang berkelahi, adiknya, DZ langsung masuk ke kamar dan langsung tidur. Aura mengatakan adiknya menunjukkan gelagat yang aneh.
“Orang rumah tidak ada yang tahu kalau dia sudah berkelahi dan dipukul sama orang tua,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
