P3E SUMA KLHK laksanakan Bimtek Penguatan Kapasitas SDM Kehumasan di Era digital

terkini.id-Gowa, Walaupun ditengah Pandemi  semangat para ASN terutama yang berkecimpung dalam Dunia Kehumasan, Dunia Jurnalistik era Jurnalisme Digital tak pernah surut.

 

Dengan  semangat rangkaian ‘Menuju Indonesia maju Indonesia tumbuh’ serta dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara di bidang Manajemen Kehumasan.

Baca Juga: Mari Jadikan Momentum Sumpah Pemuda Merekah di Dada dan Pengobar...

 

Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku KLHK kembali menghadirkan  kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas SDM Kehumasan Pemerintah/Pemda di Era digital.

Baca Juga: Semangat Sumpah Pemuda ke-93 Tahun, Simak Pesan dari Penulis Buku...

Dalam kaitan hal tersebut, Pekan Jurnalistik ini menghadirkan para praktisi dan pembicara yang kompeten di bidangnya.

 

Kegiatan ini mengambil tema ‘Jurnalisme Konservasi di Era Pandemi: Menulis dan Menginspirasi dari Alam’ yang  dilaksanakan pada Sabtu, 18 September 2021 bertempat di Rumah Hijau Denassa, Denassa Botanical Garden ‘Sawahku’ Kab.Gowa.

Baca Juga: Semangat Sumpah Pemuda ke-93 Tahun, Simak Pesan dari Penulis Buku...

Nampak hadir para pembicara, antara lain Dermawan Denassa(Penggiat Konservasi dan Peraih Kalpataru), Dr. Irfan Palippui, M.Hum (Akademisi UNIFA), Anis Kurniawan (Founder Klikhijau.com, Members of SIEJ) Fachri Djaman (Redaktur Terkini.id).

Hadir juga Taufiq Ismail(Fungsional TN Bantimurung Bulusaraung, Kontributor lepas klikhijau.com) serta Ir. H.Muh. Abidin Kongse, M.Si ( Senior Rimbawan/Ketua Forum Purnabhakti ASN KLHK Sulawesi Selatan) dan acara ini pula dipandu oleh  Tri Yasmin Januarsih Mahka, moderator dari Duta Lingkungan Hidup  Kab Gowa .

 

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala P3E SUMA  Dr.Darhamsyah menyampaikan terimakasih kepada pihak Rumah Hijau Denassa, Darmawan Denassa yang telah meraih kalpataru tingkat nasional.

“Juga kepada kepada para Narasumber Muh.Abidin Kongse, Dr.Irfan Palippui, 
Anis Kurniawan, Taufik Ismail, Fajri Djaman serta Duta Lingkungan Hidup dan para hadirin yang bergabung secara hybrid,”tambahnya.
 

Menurutnya, Jurnalisme lingkungan adalah yang menggerakkan kesadaran diri, peranan aktualisasi diri kita ke lingkungan dapat melalui media tulisan.

 

“Dalam perkembangannya, Ada 4 (empat) tulisan yang dapat menjadi pemantik, caranya secara berulang ulang, Figur otoritatif/figur yang berpengaruh,” ujar Kapus P3E SUMA.

 

“Kemudian, libatkan emosi dalam tulisan dengan cara awali memakai pertanyaan dan ditutup dengan pertanyaan yang menggugah emosi serta libatkan kelompok,”pungkas Dr.Darhamsyah.

 

Selanjutnya, sambutan Hermawan Denassa dengan tema Edukasi Konservasi dan Daya Tarik Mengeksplorasi Alam dalam Bentuk
Tulisan dan Karya Jurnalistik.

Dalam paparannya, Indonesia adalah  salah satu Negara tropis yang besar dan luas. Banyak keanekaragaman hayati, didalamnya namun setiap saat setiap waktu banyak yang akan dan sudah punah.

 

“Bagaimana cara untuk melestarikannya,”..? Tanya Darmawan Denassa dihadapan peserta.

 

“Tentunya dengan kearifan warga, Kearifan Lingkungan,”jelasnya lagi.

 

Contohnya, salah satu di Provinsi Sulawesi Selatan ini ada beberapa spesies penting.
Yakni seperti tikus lompobattang,  capung apendix 1, sikatan lompobattang apendix 2.

 

Di Rumah Hijau Denassa ini telah dikunjungi sejak dahulu ada sekitar lebih kurang  74 negara.

 

Keberadaan RHD  (Rumah Hijau Denassa) merupakan attitude berbasis kearifan lingkungan.

 

Alfred Wallacea menyebutkan The kingdom off butterfly atau sekarang yang menjadi ikonik salah satu tempat wisata Bantimurung, ada sebuah patung kupu kupu dengan jenis spesies ‘pavilio bulumae‘.

 

Namun , dahulu  ikonik patung di Kawasan wisata tersebut yang juga termasuk dalam salah satu  kawasan konservasi TN Bantimurung Bulusaraung adalah patung monyet berjenis spesies ‘Macaca Maura’.

 

Sekarang  tugas kita adalah menjadi duta untuk mengkisahkan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati Indonesia kita.

 

“Kita harus bangga  menjadi bagian Bangsa Indonesia yang besar,”pesan Peraih penghargaan kalpataru tingkat Nasional ini.

 

Bangsa kita bangsa yang besar dalam keanekaragaman hayati.

 

“Sebutlah salah satu buah ikonik di Sulawesi Selatan generasi tetua kita mengenal rappo rappo jawa atau coppeng. Masihkah generasi Milenial ada yang mengenalnya,”..?tanyanya.

 

Ayo kita bangga menjadi Bangsa Indonesia.

 

“Jangan sampai pihak negara lain yang menjelaskan kearifan keanekaragaman hayati kita sendiri,”pesannya.

 

Selanjutnya paparan dari penyaji Ir.H.Abidin Kongse,.M.Si yang menjelaskan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dapat dilakukan melalui kegiatan perlindungan sistem penyanggah kehidupan.

Dapat dengan jalan teknik pengawetan dan pelestarian tumbuhan, pelestarian satwa dan ekosistemnya serta Pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.

 

Salah satu konservasi alam  dilakukan sewaktu di  Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado.

 

Melalui pembinaan habitat Anoa melalui ‘Anoa Breding Center’. Bahkan menariknya, saat itu anoa yang lahir pertama langsung disematkan nama dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk anoa breding di Litbang Center KLHK di Manado .

 

“Selanjutnya, Anoa ke dua diberikan nama oleh Staf Khusus Presiden,”jelas Abidin.

 

“Bagaimana cara keberhasilan Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistem bisa berhasil, tentunya melalui kerjasama kita semua,”pesannya di hadapan peserta.

 

Bagaimana caranya diataranya melalui perubahan perilaku revolusi mental. Bisa juga dengan  mendukung tempat wisata yang ramah lingkungan.

 
Jangan boros air, boros listrik dan air, gunakan SDA terbarukan secara bijak dan berwisatalah dengan bijak.

“Serta penggunaan sumber daya alam secara rasional, Pembangunan berwawasan lingkungan serta  Penggunaan SDA yang tak melampaui batas atau sesuai kemampuan regenerasi,”pungkas Senior Rimbawan berdarah selayar ini.

 

Untuk sesi kedua dilanjutkan paparan dari Fachrie Djaman Redaktur terkini.id  yang mengangkat tema Dasar-dasar jurnalistik serta penulisan berita  kegiatan dalam format siaran pers.

 

Menulis  berita isu lingkungan adalah suatu seni.

 

Dalam paparannya, unsur dasar-dasar jurnalistik tak pernah lepas dari penulisan berita kegiatan dalam format Siaran Pers.

 

“Terlebih dalam dunia birokrasi pemerintahan yang membutuhkan pemberitaan dalam kegiatan sehari-harinya,”ungkap Fachrie Djaman.

 

“Adapun unsur unsur penulisan berita yakni seperti kegiatan Straight News.
Who, What, When, Where ( 4W),”jelas redaktur terkini.id ini.

 

Untuk unsur How ada 2(dua) yakni How primer, pelaku utama atau penyelenggara kegiatan tersebut dan How sekunder, adalah pihak pihak yang ikut berkegiatan dalam acara tersebut.

 

Unsur What, apa tujuan dari acara tersebut.

Unsur Where, tempat kegiatan berlangsung dimana, Kota Provinsi mana. Namun jika dilaksanakan secara online bisa diinformasikan Lewat virtual.

 

“Unsur When,kapan kegiatan tersebut dilaksanakan, Unsur Why, mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan,”pungkas Fachrie di pertemuan tadi.

 

Menariknya, dalam kegiatan ini  dilakukan dengan contoh membuat berita straight news oleh para peserta, baik itu secara daring dan offline.

 

Kemudian berlanjut pada materi Paparan Taufik Ismail yang mengambil tema Teknik pengambilan gambar di alam dengan menggunakan kamera handphone.

“melakukan fotografi alam bebas dengan mencoba dan memotret sebanyak banyaknya,”pesan Taufik Ismail di awal sambutannya.

 

Pilihlah sudut pandang dalam mengekspresikan gambar.

 

“Kenali dan pelajari keunggulan perangkat. Walaupun memakai handphone namun jika lebih dieksplorasi lebih jauh akan menunjukkan hasil yang lebih dari biasanya,”pungkas Taufik yang karya karyanya Salah satunya dapat dijumpai dalam bentuk  tulisan dan foto di klikhijau.com 

Selanjutnya paparan Metode eksplorasi isu-isu lingkungan oleh Anis Kurniawan (Founder
Klikhijau.com, Members of SIEJ)

Anis Kurniawan yang juga seorang penulis dan telah melahirkan berbagai macam karya literasi ini mengungkapkan menulis dalam jurnalistik lingkungan adalah mengreasikan cita rasa  tulisan dan alam.

 

“Eksplorasi lebih dalam isu isu lingkungan dalam media tulisan. Temukan passion dan makna  tujuan dalam tiap tulisan,”jelas Anis.

Dilanjutkan sesi terakhir dari dua sesi pada kegiatan jurnalistik hari ini.

 

Paparan Dr. Irfan Palippui, M.Hum seorang Akademisi dari UNIFA dengan tema Riset dan penulisan isu lingkungan.

Tulisan lingkungan berkaitan dengan Narasi. 

Jangan sampai seorang peneliti hanya menerapkan informan sebagai riset.

“Menghargai suara suara yang hadir dalam masyarakat,” ungkap Dr.Irfan.

“Bagaimana cara mengolah data dengan pengalaman yang intim. Kita Harus menyuarakan berita berita lingkungan,”ujarnya.

 

Jangan sampai kita tidak melakukan karna kita tidak mengetahuinya.

 

“Namun hari ini, kita mengetahui tetapi kita tidak melakukannya,”pungkasnya di sesi penghujung acara Bimbingan Teknis
Penguatan Kapasitas SDM Kehumasan Pemerintah/Pemda di Era digital yang tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan