PA 212 Bela Pendakwah Yahya Waloni, Ferdinand: Bela Rizieq Shihab Aja Gak Mampu

PA 212 Bela Pendakwah Yahya Waloni, Ferdinand: Bela Rizieq Shihab Aja Gak Mampu

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Wasekjen Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin yang membela tersangka penodaan agama Yahya Waloni.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 28 Agustus 2021, menyindir petinggi PA 212 itu yang menurutnya sok membela Yahya Waloni.

Padahal, kata Ferdinand, Novel Bamukmin tidak bisa membela Habib Rizieq Shihab dalam kasus yang menjerat mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

“Bela Rijik Sihab aja ngga mampu, tapi sudah sesumbar mau bela Waloni. Sudahlah..!!,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Ia pun menegaskan kepada Novel Bamukmin untuk berhenti membuat gaduh masyarakat. Menurutnya, biarkan aparat kepolisian yang bekerja menangani kasus Yahya Waloni tersebut.

Baca Juga

“Hentikan kegaduhan-kegaduhan tak perlu. Biar Polisi bekerja sesuai kewajibannya dan haknya sebagai Penegak Hukum,” ujar Ferdinand.

Selain itu, Ferdinand juga meminta kepada wakil sekretaris jenderal PA 212 itu agar tak usah sok mengintervensi hukum dengan mengancam akan menggerakkan massa.

Menurutnya, lebih baik Novel Bamukmin menyiapkan tim pengacara untuk membela pendakwah mualaf asal Sulawesi Utara tersebut.

“Ngga usah sok-sok mau intervensi dengan gerakan massa. Kalau niat bela, siapkan saja lawyer untuk YW,” tegas Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni atau PA 212 turut mengomentari terkait penangkapan pendakwah Ustaz Yahya Waloni atas dugaan penodaan agama Kristen.

Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin menilai Yahya Waloni merupakan pendakwah yang sangat paham dengan agama.

Lantaran hal itu, Novel pun menilai penangkapan terhadap penceramah mualaf itu merupakan bukti negara salah kaprah memahami kepercayaan.

Novel Bamukmin menilai bahwa Ustaz Yahya Waloni tidak menghina ataupun merendahkan agama manapun.

Menurutnya, pendakwah asal Sulawesi Utara itu hanya sedang memperkuat iman dan takwa para jamaahnya.

“Salah kaprah di negeri ini tentang mana yang menista, mana menjaga akidah,” kata Novel Bamukmin, dikutip terkini.id dari JPNN, Sabtu 28 Agustus 2021.

Yahya Waloni, kata Novel, merupakan mualaf yang memahami agama sebelumnya yakni Kristen. Menurut dia, Yahya telah mendalami Islam sejak 15 tahun lalu sejak memutuskan pindah keyakinan dari Kristen.

Oleh karena itu, menurut petinggi PA 212 itu, secara keilmuwan Ustaz Yahya Waloni yang kini berusia 50 tahun dirasa cukup mumpuni soal agama.

“Yahya Waloni itu paham akan agama sebelumnya dan akhirnya sadar menjadi mualaf lalu melakukan pendalaman tentang Islam,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.