Terkini.id, Jakarta – Penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri terhadap anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Zain An-Najah dan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI), Ustadz Farid Ahmad Okbah menjadi sorotan.
Wakil Sekretaris Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Novel Bamukmin merupakan salah satu yang geram dengan hal ini.
Menurutnya, Densus 88 tengah mempertontonkan sikap Islamophobia. Sebab, yang ditangkap adalah ulama yang mumpuni di bidangnya masing-masing.
Selain itu, Ahmad maupun Farid Okbah memiliki gelar akademisi tinggi serta jabatan penting di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kata dia, lagi-lagi umat Islam yang menjadi korban.
“Lagi-lagi yang menjadi korban adalah umat Islam bahkan sekarang bukan lagi aktivis muslim dan praktisi hukum senior yang menjadi korban,” kata Novel. Dilansir dari Galamedia. Sabtu, 20 November 2021.
- Pemkot Makassar Gandeng Densus 88 Cegah Radikalisme di Dunia Digital
- Oknum Densus 88 Tipu Penjaga Warung Agar Bisa Lolos Setelah Bunuh Sopir Taksi
- Pembunuh Sopir Taksi di Depok Ternyata Oknum Densus 88: Sosoknya Kerap Menipu, Main Judi dan Banyak Utang
- Densus 88 Kembali Meringkus 5 Pelaku Terorisme di Riau, Hingga Saat Ini 13 Orang Telah Diamankan
- Denny Siregar: Terorisme itu Ada, Nyata dan Kejam
Lebih lanjut, kata Novel penangkapan tersebut diduga demi ambisi memenuhi tuntutan anggaran yang tinggi untuk Densus 88.
Sehingga dia mendesak agar Densus 88 segera dibubarkan.
“Keberadaan Densus 88 harus dibubarkan karena keberadaanya hanya pabrikasi teroris dengan pendanaan yang besar,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Densus 88 menangkap Farid Okbah pada Selasa, 16 November 2021. Kabar ditangkapnya Ustadz Farid itu dibenarkan Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan.
Berdasarkan keterangan Achmad, Ustadz Farid ditangkap Densus 88 sepulang sholat subuh di kediamannya yang berlokasi di Bekasi.
“Iya betul (ditangkap). (Ditangkap) Di rumahnya tadi pagi pulang salat subuh,” ujarnya dilansir Galamedia Selasa, 16 November 2021.
Lalu, Ahmad Zain juga ditangkap oleh Densus 88. Mereka berdua diduga terlibat dengan jaringan terorisme.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
