Terkini.id, Jakarta – Penyelenggara Formula E, menegaskan bahwa event balap kendaraan listrik tersebut tidak menggunakan dana APBD milik Pemerintah DKI Jakarta.
Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni sebelumnya beberapa kali menegaskan, event Formula E tidak menggunakan dana APBD dan murni menggunakan sponsor.
Namun, netizen mengungkap pernyataan berbeda yang sebelumnya disampaikan oleh Bambang Soesatyo, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang juga merupakan Ketua Steering Committee Formula E Jakarta.
“Ada yang berusaha spin berita tentang pendanaan Formula E hanya Rp 100 M dan tidak pake APBD, padahal itu di luar pembayaran commitment Fee 560 M kepada FOE… Silahkan baca statement Bamsoet dibawah ini…,” tulis netizen, Yunarto Wijaya.
Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan, uang rakyat sudah dibayarkan untuk serba-serbi persiapan ajang balap tersebut.
- Ketua MPR RI Bamsoet Hadiri Pelantikan Pengurus MPW Pemuda Pancasila Sulsel Lewat Virtual
- Dituding Bela Ferdy Sambo, Bamsoet: Saat Itu, Ajak Masyarakat Bijak Cerna Informasi!
- Singgung Humas Kementerian dan Lembaga Negara Punya Anggaran Lebih Besar, Bambang Soesatyo: Masak Kalah Sama Buzzer
- Soal Dugaan Penyelewengan Dana CSR Yayasan ACT, Bamsoet: MPR Minta Polri Berikan Tindakan Tegas kepada Pelaku
- Dengar nih! Bamsoet Ngotot Agar Formula E Tetap Lanjut: Soal Dugaan Korupsi Silakan KPK Proses Hukumnya
Bamsoet menyebut anggaran yang telah digelontorkan itu harus kembali dalam bentuk kebermanfaatan ekonomi.
“Karena se-sen uang rakyat yang telanjur dibayar ke Formula E harus kembali dalam bentuk kemanfaatan ekonomi. Ini adalah tugas kita semua,” kata Bamsoet di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu 28 November 2021 dikutip dari detikcom.
“Uang yang kita bayarkan tidak mungkin bisa kembali, itu artinya apa? Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya, harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Ia juga mengulas seri World Superbike (WSBK) 2021 yang digelar di sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, pelaksanaan WSBK berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita lihat kemarin impact dari World Superbike di Mandalika, pertumbuhan ekonomi dalam seminggu di sana tumbuh 5 persen. Bukan hanya Lombok, tapi juga impact ekonominya sampai ke Bali,” kata dia.
“Hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restoran penuh, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis kemudian UMKM juga tumbuh dari penjualan merchandise, suvenir-suvenir, jadi harus dilihat dari sisi itu,” lanjutnya.
Dengan demikian, ia mendorong agar Formula E tetap direalisasi untuk membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Sehingga di Formula E ini kita selamatkan dari sisi ekonominya, dari sisi manfaatnya, bahwa ada proses-proses yang harus diselesaikan secara hukum silakan diselesaikan, gitu,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
