Makassar Terkini
Masuk

Singgung Humas Kementerian dan Lembaga Negara Punya Anggaran Lebih Besar, Bambang Soesatyo: Masak Kalah Sama Buzzer

Terkini.id, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyinggung humas kementerian dan lembaga negara yang memiliki anggaran lebih besar namun selalu saja kalah sama buzzer.

“Yang kita sama-sama rasakan dan saksikan, peran dan fungsi humas kementerian dan lembaga kadang kalah dengan para buzzer. Faktanya humas kementerian dan lembaga selalu kalah dengan serangan udara dan serangan darat yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin melihat pemerintahan ini sukses,” ujar pria yang sering disapa Bamsoet tersebut seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat 5 Agustus 2022.

Lebih lanjut lagi Bamsoet menyebutkan, dengan anggara cukup besar yang dikantongi oleh humas kementerian dan lembaga negara harusnya bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat perihal kesuksesan pembangunan di masing-masing lembaga dan kementerian.

Menurut Bamsoet, humas kementerian harusnya bisa menggunakan jasa mereka yang terkadang memiliki pekerjaan serabutan untuk membenarkan sebuah informasi yang sesat.

Tak jarang juga menurut Bamsoet, beberapa buzzer yang melakukan pekerjaannya dengan cara dibayar.

“Masak kalah sama buzzer. Humas kementerian dan lembaga punya anggaran besar. Buzzer kadang-kadang kerja serabut, meski ada beberapa yang dibayar. Humas bisa memakai jasa-jasa mereka untuk meluruskan atau membenarkan satu informasi yang menyesatkan,” lanjutnya.

Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut menuturkan, buzzer tersebut hanya menyebarkan pemberitaan kepada publik tentang negara yang terus mengalami ketidakadilan, pembodohan dan pemiskinan.

Terkait hal tersebut Bamsoet menilai humas kementerian dan lembaga negara terlalu terbiasa dalam birokrasi.

Bamsoet juga menyinggung soal humas kementerian dan lembaga yang masih terjebak pada berita-berita konvensional sementara para buzzer sudah menggunakan platform media sosial.

Itulah alasan mengapa humas kementerian dan lembaga negara selalu kalah dengan para buzzer.

“Humas kementerian dan lembaga kadang kurang adaptif, kurang responsif terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Mereka sudah memakai berbagai platform media sosial, sementara humas kementerian dan lembaga masih terjebak pada rilis-rilis dan berita-berita yang konvensional,” pungkas Bamsoet.

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari humas kementerian dan lembaga negara terkait pernyataan Ketua MPR RI tersebut.