Para Tokoh Muda Maros Gelar FGD Ihwal Demokrasi dan Pembangunan Daerah

Terkini.id, Makassar – Ada yang berbeda di sudut warkop salah satu desa di Kecamatan Tanralili, Maros. Warkop yang selama ini hanya sekadar tempat ngopi disulap sekelompok pemuda Tanralili menjadi ruang diskusi yang menarik.

Sebuah kegiatan yang bertajuk Focus Group Discussion (FGD) mengumpulkan beberapa elemen tokoh muda di Maros.

Kegiatan yang diinisasi oleh Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Tanralili bersama Founder Pemuda Bhinneka Tunggal Ika (FPBTI) mengangkat tema “Partisipasi Kepemimpinan Muda dalam Demokrasi dan Pembangunan Daerah”, Sabtu malam, 22 Februari 2020 di Warkop Bang Jo, Desa Kurusumange, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini mengadopsi konsep program salah satu program televisi swasta nasional “ILC” dan dipandu Ketua FPBTI, Amul Hikmah Budiman.

Kemudian sebagai pembicara adalah Asri Said (Ketua KNPI Maros), Andi Irfan (Camat Tanralili), Kartomas (Ketua PKS Maros), M Syadiq Thaba (Ketua AMPG Maros), Abdul Kadir (Kepala Desa Termuda Maros), Mutmainnah (Ketua PIRA Gerindra Maros), Arialdy Kamal (Ketua PP-HPPMI Maros), Misbahuddin (Eks Ketua HMI Maros), Alfian Palaguna (Direktur LBH Salewangang), Anis Putra (Ketua Kiwal Maros), Fadila Idris (Ketua FKDDM Maros), Ismail Nurdin (Ketua Ormas Oi Sulsel), dan Akbar Charut (Tokoh Pemuda Tanralili).

Ketua HPPMI Tanralili, Andi Ilham menuturkan bahwa hadirnya kegiatan ini merupakan hasil diskusi dua pekan lalu untuk membuka pikiran bersama terkait evaluasi dan proyeksi partisipasi anak muda Maros dalam demokrasi dan pembangunan daerah.

“Kemudian kami mempercayakan Ketua FPBTI untuk menjadi host atau fasilitator karena berangkat dari ide beliau pula,” kata dia.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini membahas berbagai persoalan dinamika kepemudaan di Kabupaten Maros dari sudut pandang organisasi, partisipasi demokrasi, dan pembangunan daerah.

Ketua KNPI Maros, Asri Said yang menjadi pembicara menegaskan, hari ini yang menyatakan bahwa ada konflik dalam kepemudaan Maros itu tidak benar, yang ada hanya proses pembelajaran menuju dewasa.

“Alhamdulillah, kita bisa duduk bersama-sama di sini dan berdiskusi, dari ragam warna dan bendera pemuda membuktikan bahwa tidak ada perpecahan dalam tubuh kepemudaan Maros. Semua kompak, bahkan akan menjadi patron solidaritas kepemudaan bagi daerah lain,” terang Asri.

Selain itu, Kepala Desa Pattiro Deceng, yang merupakan salah satu kepala desa termuda Maros menuturkan bahwa kaum muda sudah harus merebut kursi kekuasaan dengan gagasannya.

“Saya bisa membuktikan, dua tahun yang lalu, tanpa uang yang banyak, tanpa money politic, mampu merebut kursi kepala desa dengan menawarkan gagasan dan program yang baik kepada masyarakat,” tukas Kadir.

Tidak hanya itu, salah satu ketua partai termuda di Maros, M. Kartomas dan Ketua AMPG Maros, M. Syadiq Thaba menegaskan hal serupa bahwa pentas demokrasi tidak harus selalu ditawarkan dengan pragmatisme.

“Meski pun belum rejeki kami duduk sebagai anggota parlemen tahun kemarin, setidaknya kami sudah menunjukkan bagaimana idealisme muda itu bergerak ke masyarakat. Alhamdulillah suara kami lumayan,” ungkap Syadiq.

Di akhir sesi, para pembicara memberikan closing statement dan harapan untuk kaum muda Maros beserta kesepakatan komitmen untuk bersama-sama mengawal kualitas demokrasi dan pembangunan daerah yang sehat, bersih, dan berkualitas.

Komentar

Rekomendasi

Cegah Virus Corona, Bank Ini Buat Bilik Sterilisasi

Amirullah Nur Penantang Kuat di Pilkada Maros

Kelompok Petani Turikale Dukungan Amirullah Nur di Pilkada Maros 2020

Amirulllah Nur Siap Bangun Koalisi PKB dan PPP di Pilkada Maros

Mahasiswa STIKES Mega Rezky Makassar Ditemukan Meninggal di Air Terjun

Semen Bosowa Maros Raih Predikat Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup

Amirullah Nur Ingin Kembangkan Sektor Pariwisata di Maros

Harmil-Ilham Sah Kantongi Rekomendasi PKS, Sri Rahmi: Semua Kader PKS Maros Harus Turun

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar