Pasar Modern Disebut Akan Matikan Pedagang Kecil di Pinrang, Ini Kata Kepala Perizinan

Terkini.id, Pinrang – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang menyambut baik silaturahmi dan masukan Aliasi Mahasiswa Pinrang (AMP) terkait keberadaan pasar atau toko modern di Pinrang, 9 Maret 2020.

Kepala DPMPTSP bersama jajarannya menyerap pandangan mahasiswa yang menilai keberadaan toko modern dapat mematikan pedagang kecil di sekitarnya karena ketidakmampuan bersaing.

Pandangan AMP, Pemda Pinrang harus lebih bijaksana menyikapi hal tersebut dengan melakukan penataan izin berusaha yang lebih berpihak pada pedagang kecil.

Kepala DPMPTSP, Andi Mirani menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas pandangan substantif dan penting tersebut.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Penting karena menjadi masukan bagi Pemda untuk terus menerus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan di Pinrang, termasuk kegiatan usaha seperti toko modern,” kata Andi Mirani, Kepala Dinas DPMPTSP.

Baca Juga: Orang Tua Terlibat Pertengkaran Anak Berakhir di Kepolisian

Menurut Mirani, Pemda memposisikan AMP sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis yang senantiasa mengingatkan agar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang besar bagi daerah dan terutama bagi masyarakat.

“Keberadaan toko modern dan pasar tradisional secara signifikan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam konteks usaha, toko modern merupakan respon terhadap kondisi masyarakat yang heterogen,” sebut Mirani.

“Saya kira, makin berkembang kebutuhan hidup dan lifestyle warga, kebutuhan pun makin beragam, dan pada saat yang bersamaan terdapat masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terutama kebutuhan rumah tangga ingin berbelanja di tempat yang nyaman,” ucapnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Meroket Hingga 50 Ribu Per Kilogram

“Itu juga yang menjadi dasar gagasan sekaligus arah toko modern ini. Ada prinsip pelayanan yang baik, harga pasti, dan semua itu bisa dapatkan di toko modern. Selain itu, toko modern juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” tambah Mirani.

“Sementara itu, dari sisi lain, saya kira, pasar tradisional tetap menjadi perhatian Pemda agar dapat terus bertahan. Dapat menjadi pilihan bagi masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Mirani terkait masa depan keberadaan pasar tradisional di Pinrang.

Bagi Mirani, termasuk Pemda secara umum, Pemda pasti akan terus mempertahankan keberadaan pasar tradisional. “Kenapa? Karena di pasar inilah dipraktikkan tradisi jual beli yang sejak lama dilestarikan, yaitu tawar menawar dalam bertransaksi,” imbuhnya.

Mirani menambahkan sekaligus menegaskan bahwa bukan hanya itu, pasar tradisional juga dijadikan sebagai tempat bertemu sesama masyarakat, sehingga mereka dapat bersilaturahim serta bertukar menukar kabar dan informasi terkini.

“Sehubungan dengan itu, pasar tradisional akan terus ditingkatkan kualitas pengelolaannya khususnya kebersihan, manajemen dan penataannya,” janjinya.

Terkait dinamika pengembangan ekonomi berbasis warga di Pinrang, Pemda sejak 2017 telah membuat kebijakan tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, toko modern, dan pusat perbelanjaan.

“Hal tersebut dimaksudkan agar di setiap wilayah Kecamatan dan Kelurahan-Desa ditentukan jumlah kuota toko modern dan pusat perbelanjaan yang akan dibangun, agar tidak mengganggu keberadaan pasar tradisional,” jelas Mirani.

Dinas DPMPTSP, sebelum mengeluarkan izin berusaha bagi pengelola toko modern, memberikan arahan agar dalam praktik usahanya melakukan beberapa ketentuan.

“Pertama, kerjasama bagi pelaku usaha kecil, tradisional, utamanya memasok bahan jualan dengan harga lebih murah, memberikan kesempatan produk usaha kecil dijual di toko modern. Kedua, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil atau tradisional menggunakan ruang di lokasi toko modern membuat lapak, berjualan di situ,” papar Mirani.

“Yang ketiga, memberikan contoh manajemen ritel yang lebih baik bagi pelaku usaha kecil atau tradisional. Sejauh ini, dalam pemantauan, toko modern telah melakukan arahan Pemda dengan cukup baik. Saat ini terdapat sejumlah pelaku usaha kecil atau tradisional mulai membangun usaha ritelnya mengikuti standar toko modern,” lanjut Mirani.

Menurut Andi Mirani, audensi AMP dengan DPMPTSP Kabupaten Pinrang membuahkan beberapa keputusan penting yang perlu menjadi acuan bagi semua pihak.

“Misalnya, melakukan penataan Toko Modern melalui pengetatan izin berusaha bagi pembangunan atau pengoperasian toko modern. Lalu, melakukan pembinaan kepada toko modern agar mempriorotaskan mengangkat pegawai dari masyarakat setempat serta membangun hubungan yang harmonis dengan bekerjasama dalam berbagai aspek,” sebutnya.

“Kerjasama tersebut bisa berupa memasok bahan, barang jualan lalu memberikan kesempatan untuk membuka lapak, menjual produk usaha, dan penguatan manajemen) dengan pelaku usaha kecil atau tradisional yang berada di sekitar lokasi Toko Moderen,” tambahnya.

“Yang tak kalah penting adalah ke depan, pengelola pasar modern yang skalanya besar diwajibkan untuk melaksanakan program CSR utamanya pada program yang mengarah pemberdayaan masyarakat di Pinrang,” kunci Andi Mirani.

Bagikan