Terkini.id, Jakarta – Ajang MotoGP mandalika disorot netizen karena dalam pelaksanaannya memakai jasa pawang hujan untuk mengusir cuaca buruk. Netizen mengatakan jika seharusnya pihak penyelenggara melakukan shalat Istiqosha bukan menyewa dukun untuk mengendalikan cuaca.
Sindiran netizen terkait pawang hujan yang disewa oleh penyelenggara MotoGP Mandalika ditulis melalui sebuah komentar di medis sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Minggu 20 Maret 2022.
Netizen menyindir pihak penyelenggara karena lebih mempercayai dukun daripada meminta pertolongan kepada Allah SWT.
“Dukun kok dipelihara kenapa tidak Istigosah saja kan masyarakat Lombok terkenal Agamis”, komentar netizen.

“Harusnya berdoa minta sama Alla Ta’ala”, komentar netizen yang lain.

- Pesulap Merah: Saya Tahu Berapa Bayaran Pura-Pura Jadi Dukun!
- Ngaku Komunikasi dengan Arwah Brigadir J, Pawang Hujan: Merinding, Kenapa Ada Bahasa Melecehkan!
- Fahri Hamzah: Kalau Mudah Tersinggung Jangan Jadi Pejabat Publik Mending Jadi Pawang Hujan
- Hina Pemerintah Akan Dipenjara 3 Tahun, Fahri Hamzah: Pejabat Publik yang Mudah Tersinggung Pada Rakyat Mending Jadi Pawang Hujan
- Rara Wulandari: Saya Idolanya Bukan Pak Anies
Seperti diketahui, pawang hujan yang dijadikan sebagai pengusir cuaca buruk di balapan MotoGP Mandalika Bernama Rara Isti Wulandari. Rara melakukan sebuah ritual agar cuaca disekitar Sirkuit Mandalika cerah selama pelaksanaan race MotoGP.
Sebelumnya, Rara juga pernah menjadi pawang hujan pada pembukaan Asian Games 2018. Di Mandalika, dia mengaku diajak berkolaborasi dengan otoritas sirkuit.
Rara mengaku bentuk kerja sama terbaru yang diterimanya adalah modifikasi cuaca pada acara utama MotoGP Mandalika 2022. Dengan mengenakan baju hitam, celana loreng dan helm proyek, Rara melakukan aksinya untuk mengusir cuaca buruk.
Pada saat proses pelaksanaan ritual, terdapat beberapa sesajen yang berupa buah hingga kembang dan Rara memegang mangkuk yang menengadah ke atas langit.
Terdapat juga empat buah dupa besar sudah disulut, satu dalam tenda, satu tepat didepan tenda, dan dua dikubangan air kecil yang sengaja dibuat, dimana terdapat sejumlah sesajen dan beberapa dupa kecul juga dinyalakan.
“Saya Sendirian disini. Sempat aka nada pawang hujan yang lain tapi saya menolak. Saya tidak mau, akhirnya disetujui. Saya mau bantu MotoGP Mandalika demi nama baik Indonesia”, kata Rara, dikutip dari laman CNN Indonesia.
Rara diketahui lahir di Papua dan mengakui bahwa dirinya penganut aliran Kejawen dan mengatakan jika dirinya sudah berada di Lombok sejak tanggal 3 Maret 2022. Dia ditugaskan mengawal pengaspalan sirkuit sebagaimana diminta Dorna.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
