Masuk

PBNU Akan Beri Bantuan Hukum Tersangka KPK Mardani Maming, Netizen: Ormas Islam Bela Tersangka Maling, Dimana Kesucian Agama?

Komentar

Terkini.id, Jakarta- Bendahara Umum PBNU sekaligus politisi PDI Perjuangan Mardani H Maming telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. 

Sontak kabar Mardani Maming menjadi sorotan dan perbincangan netizen di media sosial. 

Pasalnya, Mardani Maming yang terseret dalam kasus dugaan korupsi tersebut merupakan bendahara umum dari salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, PBNU. 

Baca Juga: PBNU Kritik Politik ldentitas, PA 212: Padahal Mereka yang Bermain Politik

Selanjutnya, pihak PBNU menyatakan akan memberikan bantuan kepada Mardani Maming dalam menghadapi kasus yang menyeret dirinya.

Seorang netizen bernama akun @pejuangnkri77 turut melontarkan komentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Senin 20 Juni 2022. 

Netizen tersebut mengaku terkejut dengan pernyataan PBNU yang akan membantu Mardani Maming sebagai tersangka dugaan korupsi.

Baca Juga: PBNU Kecam Wagub Jabar yang Usulkan Poligami Untuk Cegah HIV/AIDS

Dalam tulisannya, dia menyayangkan sebuah organisasi masyarakat Islam membela seorang “maling”.

Lantas netizen tersebut mempertanyakan keberadaan nilai kesucian agama terkait pembelaan yang dilakukan PBNU kepada Mardani Maming.

“Buset ormas islam bela tersangka maling, dimana nilai kesucian agama berada,” tulis akun @pejuangnkri77.

(Twitter/pejuangnkri77)

Sementara itu, kabar Mardani H Maming yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi baru didengar oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf

Baca Juga: PBNU Tunjuk Gus Gudfan Sebagai Plt Bendum, Nusron: Beliau Pengusaha Muda

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan pihaknya akan menggelar konferensi pers terkait kejadian yang menyangkut Bendahara UMUM PBNU, Mardani Maming, sebagaimana dilansir dari detik.com.

“Jadi kita akan prescon (press conference) nanti sebagaimana mestinya menurut norma-norma yang ada, baik secara hukum maupun dalam konteks norma internal PBNU,” kata Yahya saat acara Peringatan Satu Abad NU di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Gus Yahya, sapaan akrabnya, mengaku baru mendengar kabar soal Mardani Maming hanya melalui pemberitaan. 

Bahkan, Gus Yahya pun tidak mengetahui duduk perkara yang dihadapi Mardani Maming terkait kasus dugaan korupsi yang diusut KPK.

“Kita sudah dengar kabar itu tapi kita akan pelajari dulu nanti ya, karena ini baru hari ini. Sekarang kan kita belum mengetahui secara detil bagaimana sebetulnya duduk perkaranya kita akan pelajari nanti,” jelasnya.

PBNU, kata Gus Yahya, hingga saat ini masih belum berkomunikasi dengan Maming pasca berstatus tersangka. Namun dia memastikan akan mendampingi Maming.

“Belum, belum ada komunikasi. Oh, iya jelas, nanti tentu akan kami berikan bantuan sebagaimana mestinya,” kata Gus Yahya.