PDIP Tegaskan Harga Mati Usung Kader di Pilwali Makassar 2020

Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni (kiri). /Nasruddin

Terkini.id — Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, Rudi Pieter Goni menegaskan bahwa partainya akan mengutamakan mengusung kader pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020. 

Sejauh ini ada dua kader besutan Megawati Soekarnoputri yang didorong pada Pilwali Makassar yaitu, Andi Yagkin Padjalangi dan Alimuddin. 

Kedua kader tersebut didorong baik kosong satu maupun kosong dua. Menurut Rudi Pieter Goni (RPG), siapapun calon wali kota yang ingin menggandeng kader PDIP maka peluang untuk diusung PDIP sangat terbuka lebar. 

“Apabila bukan dengan kader. Tentu kami akan respon calon lain yg ingin dengan kader. Bagi kami di PDIP mengusung kader harga mati. Apakah kata dunia kalau ada kader baru kader lain yang diusung,” tegas RPG, Senin 24 Februari 2020.

PDIP memiliki modal enam kursi di DPRD Makassar, sedangkan syarat untuk maju minimal mengantongi 10 kursi. Tidak heran jika PDIP diincar oleh banyak bakal calon yang maju di Pilwali. 

Selain di Pilwali Makassar, PDIP juga mendorong dua kader yaitu, Andi Mirza Riogi dan Mudatsir sebagai kosong dua di Pilkada Barru 2020.

“Kami condong ke Bupati Suardi Saleh dengan menyodorkan dua nama sebagai calon wakil,” pungkas Legislator DPRD Sulsel ini.

Komentar

Rekomendasi

Cegah Corona, Muslimah Wahdah Makassar Bagikan Vitamin C untuk Masyarakat

Cegah Penyebaran Corona, Damkar Makassar Intens Penyemprotan Disinfektan

Cegah Penyadapan Corona, Iqbal Dorong Transaksi Cashless

Pj Walikota Minta Rumah Ibadah Umumkan Kewaspadaan Virus Corona

Harga Gula Pasir di Pasaran Melonjak di Tengah Pandemi Corona

Bareng GASS, Gerakan Jurnalis Anti Corona Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid

PJ Walikota Makassar Serukan Perantau Tak Mudik Lebaran di Tengah Corona

Banggar DPRD Makassar Siap Lakukan Perubahan APBD, Demi Pencegahan Covid-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar