Gus Miftah Sebut Rendang Babi Nggak Punya Agama, Pegiat Media Sosial: Gus Itu Sebutan atau Gelar!

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, Pasca memberikan pembelaan terkait polemik rending babi, kini seorang pegiat media sosial Monica meyoroti pendakwah Ustadz Miftah Maulana alias Gus Miftah.

Hal tersebut disampaikan Monica melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.

Dalam cuitannya, pegiat media sosial Monica tampak mempertanyakan gelar ‘Gus’ yang kerap dipakai Gus Miftah alias Ustadz Miftah Maulana.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

Menurut Monica, Gus Miftah bukanlah keturunan Kyai yang bisa dengan sesuka hati memakai gelar tersebut di depan nama panggilannya. 

“Sejak kapan Miftah Maulana disebut Gus? Gus itu kan sebutan atau gelar untuk anaknya Kyai. Semoga dengan jawaban ini bisa mengerti”, kata Monica. Dikutip dari Twitter. Kamis, 16 Juni 2022.

Baca Juga: Singgung Brigadir J yang Penuh Kejanggalan, Bachrum Achmadi: Sikap Polda...

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pendakwah Gus Miftah menyoroti kehebohan gerai rumah makan padang yang menyediakan rendang Babi.

Restoran yang beroperasi  di Kelapa Gading, Jakarta Utara itu dihujat oleh sejumlah pihak lantaran dinilai melecehkan masyarakat Minangkabau dan umat Islam. 

Gus Miftah sebetulnya tak terlalu mempermasalahkan keberadaan restoran tersebut. Penceramah yang dikenal sebagai musuhnya Ustadz Khalid Basalamah itu mengatakan, umat non muslim punya hak untuk mengolah makanan sesuai selera mereka. 

Baca Juga: Singgung Brigadir J yang Penuh Kejanggalan, Bachrum Achmadi: Sikap Polda...

Hal itu disampaikan Gus Miftah dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa 14 Juni 2022.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 168, wahai para manusia makanlah makanan yang halal dan baik yang ada di muka bumi,” ujarnya.

“Kewajiban makan makanan yang halal itu untuk orang Islam ya, orang non Islam ya terserah mau makan apa. Termasuk mau dimasak dengan bumbu apa, dengan cara apa, ya selera mereka,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gus Miftah juga mengucapkan terima kasih kepada penjual makanan yang memberikan label nonhalal. Menurutnya, jika melihat penjual makanan menjual babi tidak usah emosi dan cukup tidak membelinya.

“Sehingga ketika melihat makanan nonhalal yang kita lakukan jangan emosi, cukup ga usah dibeli, selesai. Ngomong-ngomong sejak kapan ya rendang punya agama,” tanya Gus Miftah.

Bagikan