Sindir Amerika, China: Perang 20 Tahun di Afghanistan Tak Bawa Perdamaian!

Terkini.id, Kabul – Sindir Amerika, China: perang 20 tahun di Afghanistan tak bawa perdamaian! Pemerintah China mengungkapkan perang Amerika Serikat (AS) selama 20 tahun di Afghanistan, tidak membawa faedah dan perdamaian bagi negara yang senantiasa dirundung kecamuk perang saudara tersebut. Perang bahkan menyisakan puluhan ribu warga yang terbunuh sia-sia.

“Ketika Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan hari ini, itu harus mencerminkan perannya dalam masalah Afghanistan dan mempertimbangkan bagaimana memenuhi kewajibannya untuk rekonsiliasi dan rekonstruksi Afghanistan,” terang Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam kunjungannya ke Tajikistan.

Berbicara dalam konferensi pers pada Selasa 12 Juli 2021 lalu, seperti dilansir dari republika.co.id, Minggu 18 Juli 2021, Wang Yi mengatakan harapan China untuk masa depan Afghanistan adalah untuk membangun rezim yang luas dan inklusif, menerapkan kebijakan Muslim yang bijaksana, dengan tegas memerangi semua terorisme dan tren ekstrem dan berkomitmen untuk hidup berdampingan secara bersahabat dengan semua negara tetangga.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

Wang Yi mengatakan, China memiliki tiga keharusan ketika datang ke Afghanistan.

“Pertama, untuk menghindari perluasan perang di Afghanistan, terutama untuk mencegah perang saudara skala penuh di Afghanistan,” bebernya.

Baca Juga: Taliban Penggal Kepala Atlet Perempuan, Guntur Romli Sindir JK: Apa...

Kedua, sebut Wang Yi, adalah untuk memulai kembali negosiasi internal Afghanistan sesegera mungkin guna mencapai rekonsiliasi politik. Ketiga, untuk mencegah berbagai kekuatan teroris mengambil kesempatan untuk duduk di Afghanistan.

Wang Yi mengungkapkan, China mendukung semua upaya yang kondusif terhadap realisasi tujuan tersebut, serta bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, melakukan mediasi diplomatik dan menyediakan fasilitas yang diperlukan.

Pernyataan Wang Yi muncul usai AS dan pasukan sekutu menarik pasukannya keluar dari Afghanistan setelah memerangi Taliban selama dua dekade. AS dan Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari 2020 lalu, membuka jalan bagi pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan, pembebasan tahanan, penghapusan para pemimpin Taliban dari daftar hitam terror, dan dukungan internasional untuk membangun kembali negara itu.

Baca Juga: Taliban Penggal Kepala Atlet Perempuan, Guntur Romli Sindir JK: Apa...

Keluarnya pasukan asing menyebabkan Taliban meningkatkan tekanan pada pemerintahan Kabul dengan banyak distrik jatuh ke tangan mereka. Selain mengambil alih pemerintahan distrik, Taliban melanjutkan diplomasinya dengan mengirim delegasi ke Iran dan Rusia.

Klaim Taliban Merupakan Kekuatan Militer Utama

Mengacu pada Taliban sebagai kekuatan militer utama di Afghanistan, Wang Yi mengatakan Taliban harus menyadari tanggung jawab mereka terhadap negara dan bangsa, dengan tegas menarik garis dengan semua kekuatan teroris dan kembali ke arus utama politik Afghanistan dengan sikap bertanggung jawab terhadap negara dan rakyatnya.

“Pemerintah Afghanistan telah melakukan banyak pekerjaan untuk menjaga persatuan nasional Afghanistan, stabilitas sosial, dan peningkatan mata pencarian masyarakat, yang harus diberikan evaluasi yang adil,” imbuhnya.

Pernyataan Wang muncul ketika Taliban mengisyaratkan hubungan positif dengan Beijing, menyebut China sebagai ‘teman’.

“Kami menyambut mereka (China). Jika mereka memiliki investasi, tentu kami menjamin keamanan mereka. Keamanan mereka sangat penting bagi kami,” ungkap juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam sebuah wawancara belum lama ini dengan Reuters.

Shaheen mengatakan, pihaknya telah ke China berkali-kali dan memiliki hubungan baik dengan negara itu.

“China adalah negara sahabat yang kami sambut untuk rekonstruksi dan pengembangan Afghanistan,” tegasnya, meyakinkan negara-negara tetangga, Afghanistan tidak akan mengizinkan penggunaan tanahnya untuk melawan mereka.

Bagikan