Terkini.id, Makassar – Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah pihak menilai proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua dan Ujung Pandang Baru seharusnya segera dirampungkan. Namun, proyek tersebut hingga saat ini masih mangkrak lantaran dibatalkan.
Padahal, pembangunan kedua RS ini sebelumnya masuk dalam skala prioritas pemerintah tahun 2020.
Menanggapi itu, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin memberikan isyarat jika pembangunan tersebut bakal dilanjutkan.
Namun, Rudy menekankan bila RS tersebut tak dibangun asal-asalan. Perlu, kata Rudy, adanya perancangan yang matang
“Saya tekankan jangan membangun RS selalu standar biasa, kita harus menunjukan RS kita semakin lama, semakin bagus,” kata Rudy di Rujab Wali Kota Makassar, Kamis, 23 Juli 2020.
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
- 35 Struktur Kepengurusan DPW PPP Sulsel Akan Dilantik pada 20 Juni 2026, Diisi banyak Generasi Milenial dan Gen Z
Rudy mengatakan kedua RS tersebut mesti menjadi tempat perawatan yang unggul. Keluhan masyakarat terhadap kualitas RS tersebut harus mampu mengungguli RS lain.
“Saya mau pembangunan RS harus lebih baik dari RS yang sudah ada,” ungkapnya.
Diketahui, Pemerintah Kota Makassar saat ini belum memiliki tipe rumah sakit C. Oleh karena itu, pihaknya pun memutuskan membangun kedua RS tersebut.
Khusus RS Batua, tahap pertama telah rampung sejak akhir 2018 lalu. RS ini ditargetkan bisa terpakai pada tahun ini, akan tetapi sampai sekarang hal tersebut belum terealisasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
