Pemerintah dan Rumah Sakit Diminta Gunakan Bahasa Daerah Saat Berkomunikasi Terkait Covid-19

Pemerintah dan Rumah Sakit Diminta Gunakan Bahasa Daerah Saat Berkomunikasi Terkait Covid-19

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Ia mengatakan, saat ini, bahasa yang digunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa asing.

Seharusnya, pemerintah memberikan padanan kata yang lebih mudah dipahami masyarakat.

“Bahasa Indonesia yang mudah dipahami masyarakat, dan tak terlepas dari penggunaan bahasa daerah,” sambungnya.

Menurut Dosen dan Peneliti Bahasa Indonesia ini, masyarakat kalangan ‘bawah’ belum memahami dengan baik makna yang disampaikan pemerintah.

Selama ini, kata dia, sosialisasi hanya disampaikan melalui media.

Baca Juga

“Penyuluhan itu harusnya secara langsung kepada masyarakat. Perlu tatap muka langsung dengan masyarakat,” ucapnya.

Ia menilai Informasi yang diterima melalui media sosial tak memberi informasi secara rinci soal Covid-19.

Akibatnya, kata Asriani, konflik yang terjadi lantaran masyarakat tak percaya lagi terhadap pemerintah.

“Karena ketidakpahaman kepercayaan terhadap pemerintah tidak ada atau berkurang. Demikian pula kepercayaan kepada tim medis,” urainya.

Padahal, menurut Asriani, tim medis sudah menjalankan standar operasional yang telah ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.