Masuk

Pemkab Jeneponto Belum Tangani Korban Banjir di Desa Pappaluang

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Korban banjir pada 18 November 2022 di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, hingga kini belum mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh oleh keluarga korban banjir warga Desa Pappalluang kepada terkini.id, Rabu, 30 November 2022.

“Kemarin saya ke Desa Pappalluang untuk menemui keluarga yang menjadi korban banjir, rumahnya roboh,” keluarga korban banjir yang enggan disebut namanya.

Baca Juga: Hadiri Pelantikan DPD PPNI dan BAPENA, Bupati Jeneponto Sebut Perawat Sudah Berkontribusi Baik

Menurutnya, pasca banjir, belum ada penanganan dari pihak Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

“Belum ada penanganan dari pihak Pemerintah, rumah yang roboh belum diapa-apain,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Pappaluang, Muhammad Said, membenarkan tidak adanya perhatian bagi pihak Pemerintah Kabupaten.

Baca Juga: Bupati Jeneponto Iksan Iskandar Paparkan Dua Ranperda di Gedung DPRD Jeneponto

“Pak Wakil Bupati sudah turun dilokasi dan sudah janjikan alat berat, cuman sampai saat ini belum sampai alatnya,” kata Muhammad Said.

Menurutnya, selamat pasca banjir, tak satupun pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang turun untuk melihat langsung kondisi di Desa Pappalluang.

“Sudah 2 minggu kejadiannya, cuman para Dinas terkait belum turun, seharusnya parah Kepala Dinas terkait turu kelokasi supaya dia tau apa-apa yang dibutuhkan, info tidak ada sama sekali sampai hari ini,” ungkap Muhammad Said.

Lebih lanjut, Muhammad Said mengatakan, Banjir yang terjadi pada 18 November 2022 mengakibatkan puluhan Kepala Keluarga (KK) menjadi korban.

Baca Juga: Peringati HGN Ke-63, Pemkab Jeneponto Mengangkat Tema Protein Hewani Cegah Stunting

“43 rumah yang terdampak, rinciannya, 6 rumah hanyut, 22 unit rumah rusak parah dan 15 yang rusak ringan,” jelas Muhammad Said.

Dimana pada 18 November 2022 lalu, banjir juga melanda beberapa Desa di Kecamatan Bangkala.

Seperti di Dusun Salekoa, Desa Pallantikang 4 rumah hanyut dan sejumlah rusak dan Kelurahan Benteng.