Pemkab Jeneponto Perkuat Komitmen Pertahankan Kabupaten Layak Anak

Pemkab Jeneponto Perkuat Komitmen Pertahankan Kabupaten Layak Anak

S
R
Syarief
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto semakin memperkuat komitmennya untuk mewujudkan daerah sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan rapat koordinasi perangkat daerah bidang pembangunan manusia pelaksana dan penunjang KLA Tahun 2024.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Tamarunang, Kantor Bupati Jeneponto, Kamis, 12 Desember 2024.

Rapat ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Alfian Afandy Syam, Kadis DP3A, Farida Mappatunru dan peserta dari berbagai OPD terkait serta organisasi forum anak berkomitmen mendukung program KLA.

Dalam rapat tersebut, berbagai program dan kegiatan untuk memenuhi hak anak dibahas secara mendalam, khususnya dalam pemenuhan berbagai cluster yang menjadi indikator penilaian KLA. Seperti sektor peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sosial, edukasi, perlindungan anak dari kekerasan, dan penyediaan fasilitas bermain ramah anak.

Baca Juga

Kepala Bappeda Alfian Afandy Syam, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak di Jeneponto dapat menikmati hak-haknya. Oleh karena itu, pembangunan yang ramah anak harus menjadi prioritas dalam setiap program dan kebijakan daerah,” kata Alfian Afandy Syam.

Selama rapat koordinasi, beberapa isu utama dibahas, termasuk penguatan kebijakan yang berpihak pada anak, penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, hingga penanganan masalah kekerasan terhadap anak.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Jeneponto, Farida Mappatunru, menegaskan bahwa Kabupaten Layak Anak bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun budaya dan kesadaran masyarakat yang mendukung kesejahteraan anak.

“Perubahan mindset masyarakat sangat penting untuk mendorong keberhasilan program KLA. Kita perlu memastikan semua elemen masyarakat memahami pentingnya peran mereka dalam menciptakan lingkungan yang layak bagi anak,” jelas Farida Mappatunru.

Sebagai langkah konkret, rapat tersebut menghasilkan beberapa rencana aksi, seperti penguatan peran sekolah ramah anak, peningkatan pelayanan kesehatan untuk anak, dan pengembangan program edukasi berbasis komunitas.

Selain itu juga berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Rakoor tersebut diantaranya penunjukan admin/operator KLA di setiap OPD, pembuatan media koordinasi dan kolaborasi dalam penginputan dokumen pada setiap cluster penilaian di aplikasi KLA.

Farida optimistis dengan adanya kesepakatan ini, semakin yakin untuk mewujudkan Kabupaten Jeneponto sebagai kabupaten layak anak tahun depan.

“Semua pihak harus terlibat aktif dalam mewujudkan komitmen bersama ini.” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.