Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mensosialisasikan pencegahan stunting, salah satu langkah yang dilakukan yakni melalu Sinrili’ yang dimainkan oleh Suwardi yang biasa dipanggil Ardi Jeka tampil di acara Talkshow Radio Turatea FM Dinas Kominfo Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Juni 2023.
Ardi Jeka bersama kecapinya menjadi pendukung di acara talk show Upaya Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam Pencegahan Stunting dengan narasumber Ketua PKK Jeneponto Hj. Hamsiah Iksan dan Nutrition Officer UNICEF Niken Frans.
Dentingan kecapi sebagai salah alat musik tradisional dengan nyanyian khas lokal makassar yang diiringi tabuhan gendang oleh Wahyudin menjadikan upaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pencegahan stuntimg di Kabupaten Jeneponto.
Dimana dalam pergelaran sinrili’ Suwardi menyampaikan pencegahan stunting itu sangat mudah dalam bahasa Makassar.
“Untuk mencegah stunting itu gampang, hanya 3 yang harus rutin dilakukan,” kata Suardi.
- Pemkab Jeneponto Resmi Laksanakan Pemusatan Diklat Paskibraka HUT Ke-81 RI, Diikuti 70 Siswa Terpilih
- Pemkab Jeneponto Imbau Warga Cegah dan Waspada Bahaya Kebakaran Di Musim Kemarau
- Bupati Jeneponto Paris Yasir Roadshow Salurkan Seragam Sekolah Gratis
- Pemkab Jeneponto Apresiasi Kafilah yang Berpartisipasi di MTQ XXXIV Sulsel 2026
- Pemkab Jeneponto Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Bukti Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel
Suwardi menyampaikan tiga pesan untuk mencegah stunting. Pesan pertama adalah ibu hamil rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan makan makanan bergizi seimbang setiap hari.
Pesan kedua yaitu anak usia 6-24 bulan (2 tahun) diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi seimbang dan kaya protein hewani (ikan, telur, ayam, hati, daging, dll) sambil terus diberikan ASI hingga usia 2 tahun.
Dan pesan ketiga yaitu semua anak balita rutin dibawa ke posyandu setiap bulan untuk dipantau pertumbuhannya.
Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Pelayanan posyandu yang dilakukan setiap bulannya bertujuan untuk memantau berat badan, tinggi badan serta untuk mendeteksi anak yang bermasalah pada kesehatan khususnya masalah gizi.
“Jika anak balita tidak hadir diposyandu, dikhawatirkan tumbuh kembang anak serta pemenuhan gizi tidak terpantau dengan baik,” ujar Suwardi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
